Porsi Bansos Dominasi Anggaran Pengentasan Kemiskinan di Sleman

  • 14 Mei 2026 19:58 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Sosial (Dinsos) Sleman mencatat angka kemiskinan kategori miskin dan rentan miskin mencapai 37 persen atau sebanyak 126.877 keluarga. Sementara, untuk kelompok miskin ekstrem di Sleman mencapai 6,71 persen atau sebanyak 26.747 keluarga. Kelompok miskin ekstrem ini telah mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu yang mencapai lebih dari 7,4 persen.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Dinsos Sleman Feri Istanto menjelaskan anggaran pengentasan kemiskinan di Sleman masih didominasi untuk pos bantuan sosial (bansos) murni bagi masyarakat miskin. Feri menuturkan setiap tahun dana bansos program keluarga harapan (PKH) sembako bisa mencapai Rp300 miliar. Ada pula bansos murni untuk lansia, disabilitas, dan bansos lainnya yang nilainya bisa mencapai Rp 10 miliar. Jumlah ini jauh di atas anggaran yang ditujukan untuk pemberdayaan.

“Jomplangnya kan itu luar biasa. Untuk yang sifatnya bantuan pemberdayaan, untuk modal usaha paling hanya ratusan juta, tidak sampai Rp200 juta atau Rp300 juta. Kebijakan pemerintah masih ke bansos murni ke masyarakat miskin,” ujar Feri.

Selain bansos PKH dan bansos murni untuk lansia, disabilitas, anak terlantar, yatim piatu, hingga single parent, Dinsos Sleman juga berupaya untuk menyediakan jaring pengaman sosial di bidang pendidikan. Di antaranya dalam bentuk beasiswa “Sleman Pintar”. Anggarannya mencapai Rp14-15 miliar.

Sebanyak 700-an mahasiswa berhasil melanjutkan pendidikan tinggi berkat program beasiswa ini. “Untuk beasiswa kuliah, sampai lulus,” ucap Feri.

Kepala Dinsos Sleman Wawan Widiantoro menyebut pihaknya tetap mengoptimalkan upaya pemberdayaan masyarakat produktif meski anggarannya tak sebesar bansos. Ini turut menyasar keluarga yang memiliki motivasi yang kuat ataupun keluarga yang sudah memiliki usaha dan perlu dibantu dalam hal permodalan. Beberapa program pemberdayaan itu diantaranya adalah bantuan permodalan, pembinaan UMKM, hingga bantuan sarana prasarana untuk UMKM. “Pelatihan digital marketing juga kita lakukan,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....