Hari Kedua Pencarian, Nelayan Tenggelam di Pantai Baru Bantul Ditemukan Tewas
- 14 Mei 2026 17:05 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan nelayan yang tenggelam saat perahunya dihantam ombak di Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis menyatakan, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian secara maksimal sejal laporan insiden itu diterima. Adapun identitas korban yakni R (30), warga Srandakan, Bantul.
“Penyisiran dilakukan melalui jalur laut menggunakan jukung, patroli darat di sepanjang bibir pantai, serta pemantauan udara menggunakan drone thermal,” ucapnya.
Operasi pencarian melibarkan berbagai unsur dengan metode penyisiran laut dengan radius satu kilometer dari lokasi terakhir, penyisiran darat ke arah timur dan barat sejauh kurang lebiih 500 meter, penyisiran di area pantai hingga 750 meter, serta pemantauan udara.
“Sekitar pukul 11.52 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 350 meter ke arah barat dari lokasi kejadian perkara (LKP),” ujarnya.
Rio menambahkan, selama operasi SAR berlangsung cuaca dilaporkan cerah sehingga cukup membantu proses pencarian korban. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.
“Korban berhasil ditemukan dan selanjutnya dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan untuk kemudian dibawa ke fasilitas penanganan lebih lanjut sambil menunggu pihak dari Inafis Polres Bantul,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah perahu nelayan terbalik usai dihantam ombak di kawasan Pantai Baru, Poncosari, Srandakan, Bantul pada Rabu, 13 Mei 2026 siang. Akibatnya, satu orang nelayan dan hingga kini masih masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis menyatakan, awal mula kejadian yakni tiga orang nelayan yaitu DNC (23), warga Sanden; AA (29), warga Kretek; dan R (30) asal Srandakan berangkat mencari ikan. Sekitar pukul 12.30 WIB, ketiganya hendak pulang dari melaut.
“Saat akan mendarat, mesin perahu tiba-tiba mengalami kendala teknis (trouble). Di saat bersamaan, ombak besar datang dari arah belakang,” ucapnya dalam keterangan tertulis.
Ombak tersebut lalu menghantam perahu dan menyebabkan perahu terbalik seketika. Insiden itu langsung membuat ketiganya terlempar ke lautan.
“Ketiganya sempat mengapung di laut. Melihat kejadian itu, anggota SAR di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan,” ujarnya.
Nugroho menjelaskan, dua orang berhasil diselamatkan sementara satu lainnya terlepas dari genggaman petugas. Adapun nelayan yang selamat adalah DNC dan AA.
“Korban lainnya yaitu R sudah memakai pelampung, akan tetapi terlepas dari genggaman petugas dan tenggelam,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....