Wujudkan “Sleman Dalane Alus”, Dana Pembangunan Jalan Tembus Rp45 Miliar

  • 14 Mei 2026 11:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman berupaya untuk mewujudkan visi Bupati Sleman yakni “Sleman Dalane Alus, Sleman Dalane Padang”. Hal ini diwujudkan dari anggaran pembangunan jalan yang naik signifikan pada tahun ini.

Kepala DPUPKP Sleman Sukarmin menjelaskan pada tahun ini nilai anggaran pembangunan jalan mencapai Rp 45 miliar. Meliputi 11 ruas jalan dengan total panjang penanganan mencapai 11,80 kilometer. Jumlah ini naik signifikan dibandingkan anggaran pembangunan jalan tahun lalu yang hanya Rp 19 miliar untuk 5 ruas jalan.

“Intinya bapak bupati ingin masyarakat sejahtera, perekonomian meningkat dengan meningkatkan kondisi jalan,” jelas Sukarmin.

Tak hanya fokus pada pembangunan jalan, DPUPKP Sleman juga akan melakukan penggantian 3 jembatan dan 14 gorong-gorong dengan anggaran Rp 5,3 miliar, pemeliharaan berkala jalan sepanjang 14,65 kilometer dengan anggaran Rp 26,8 miliar, pemeliharaan rutin jalan sepanjang 460 kilometer dengan anggaran Rp 26,8 miliar, perbaikan 50 gorong-gorong dan jembatan senilai Rp 1,1 miliar, dan rehabilitasi satu buah jembatan senilai Rp 1,2 miliar.

Sukarmin menambahkan nantinya masing-masing kalurahan akan mendapatkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk perbaikan jalan desa. Ini sejalan dengan Perbup Nomor 16 Tahun 2026 tentang pembangunan jalan desa oleh pemerintah daerah Kabupaten Sleman. Bantuan ini akan menyasar 86 kalurahan dengan total anggaran Rp 8,6 miliar yang termasuk ke dalam anggaran pemeliharaan rutin jalan. Kucuran anggaran ini merupakan wujud bantuan dari Pemkab Sleman untuk pemerintah kalurahan atas kebijakan pemangkasan dana desa oleh pemerintah pusat.

“Karena kondisi jalan yang rusak ini kebanyakan jalan desa. Kemarin atas masukan dari para lurah jalan desa ini juga menjadi harus prioritas. Menjadi concern-nya pemerintah kabupaten untuk membantu menangani,” kata Sukarmin.

Sementara, Sukarmin mengaku menemui sejumlah kendala pada proyek perbaikan jalan di Sleman. Utamanya terkait dengan dinamika harga aspal di tengah perang Timur-Tengah. Sukarmin menyebut harga aspal selalu berubah setiap dua pekan sekali. Pihaknya juga selalu meminta rekomendasi harga aspal dari Pertamina. Sebelum perang terjadi, harga aspal dibanderol Rp 14.000 perliter. Kini tembus hingga Rp 15.500 perliter bahkan sempat menyentuh hingga Rp 32.000 perliter. Meski demikian, Sukarmin memastikan perbaikan jalan di Sleman akan dilakukan setidaknya pada awal Juni 2026.

“Terkait dengan waktu melaksanakan, berkaitan dengan penyerapan saya sudah mengarahkan ke PPK Kabid Bina Marga, maksimal awal Juni harus sudah berkontrak sehingga nanti target realisasi keuangan yang dicanangkan oleh Kemendagri untuk kami masing-masing OPD tidak terlalu jauh deviasinya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....