Menjelang Iduladha, Pemkot dan Baznas Bekali Takmir Syariat Sembelih Hewan
- 14 Mei 2026 11:03 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban agar sesuai syariat Islam sekaligus memperhatikan kesejahteraan hewan, ratusan takmir masjid dari berbagai wilayah di Kota Yogyakarta mengikuti Sosialisasi Penyembelihan Hewan Kurban. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai Dasar Masjid Pangeran Diponegoro Balai Kota Yogyakarta, Rabu, 13 Mei 2025 dan digelar Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pelaksanaan ibadah kurban yang aman, sehat, tertib, serta sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan kesehatan masyarakat veteriner menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Ketua Baznas Kota Yogyakarta, Abdul Samik mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, khususnya para pengurus masjid dan panitia kurban, terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang baik dan benar. Menurutnya, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tidak hanya berkaitan dengan ibadah semata, namun juga menyangkut aspek kesehatan masyarakat, keamanan pangan, hingga kenyamanan lingkungan sekitar.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memastikan pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kota Yogyakarta berjalan aman, sehat, tertib dan sesuai dengan fiqih serta ketentuan kesehatan masyarakat veteriner,” katanya.
Abdul Samik menjelaskan, kegiatan sosialisasi seperti ini akan terus digelar, terlebih menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada akhir bulan nanti. Ia menilai, antusias masyarakat setiap tahunnya terus meningkat sehingga edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan.
Abdul Samik menyebutkan, dalam proses penyembelihan hewan kurban terdapat berbagai aturan dan tahapan yang harus dipahami panitia kurban, mulai dari pemilihan hewan, proses penyembelihan, penanganan daging, hingga distribusi kepada masyarakat.
“Sangat penting bagi panitia dan takmir masjid untuk mengikuti sosialisasi seperti ini agar pelaksanaan kurban berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat,” ucapnya.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya sosialisasi tersebut dan menyebut kegiatan itu sangat penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah kurban di Kota Yogyakarta.
Menurut Yunianto, meningkatnya jumlah pemotongan hewan kurban di luar Rumah Potong Hewan (RPH) memerlukan perhatian dan pengawasan khusus dari berbagai pihak. Hal tersebut karena pelaksanaan pemotongan hewan kurban berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat, keamanan pangan, kebersihan lingkungan, serta kesejahteraan hewan.
“Sosialisasi ini penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban di Kota Yogyakarta dapat berjalan dengan baik, aman dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat,” ucapnya.
Yunianto menjelaskan, berdasarkan data pengawasan pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemotongan hewan kurban di luar RPH mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 8.253 ekor hewan kurban dipotong di luar RPH.
Sementara untuk tahun 2026 ini, hingga saat ini jumlah hewan kurban yang diperkirakan akan dipotong di luar RPH mencapai sekitar 7.952 ekor yang terdiri dari sapi, kambing dan domba. Namun angka tersebut masih berpotensi bertambah menjelang Hari Raya Iduladha.
Selain itu, jumlah titik pemotongan hewan kurban di Kota Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar 570 titik yang tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan. Melihat tingginya aktivitas pemotongan hewan kurban tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat untuk semakin memperhatikan aspek keamanan pangan dan kesehatan hewan dalam pelaksanaan kurban.
Masyarakat diharapkan membeli hewan kurban di tempat penjualan yang sehat dan terpercaya serta memastikan proses pemotongan dilakukan secara higienis sesuai standar kesehatan.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan materi teknis terkait pengelolaan kurban dari sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Salah satu narasumber yakni Wakil Ketua I Baznas Kota Yogyakarta, Abdul Halim.
Dalam paparannya, Abdul Halim menjelaskan, berbagai tahapan pengelolaan kurban mulai dari proses perencanaan, pengadaan hewan, penyembelihan, pengolahan daging, hingga distribusi kepada masyarakat yang berhak menerima. Ia menekankan pentingnya tata kelola kurban yang profesional dan transparan agar pelaksanaan ibadah kurban tidak hanya memenuhi syariat, namun juga memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat luas.
Salah satu peserta sosialisasi, Budi Suwarman mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan banyak pengetahuan baru terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar dan sesuai aturan kesehatan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para takmir masjid. Banyak informasi baru yang kami dapatkan, terutama terkait tata cara penyembelihan yang higienis dan sesuai syariat. Harapannya pelaksanaan kurban di lingkungan kami nanti bisa berjalan lebih tertib dan aman,” ujarnya, mengungkapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....