Jumlah Hewan Kurban di Kota Yogyakarta Diprediksi Menurun Tahun ini

  • 13 Mei 2026 09:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta memprediksi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah / 2026 M jumlah hewan kurban yang akan disembelih masyarakat akan mengalami penurunan. Selama lima tahun terakhir, jumlah tertinggi hewan kurban terjadi pada tahun 2025 kemarin.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi mengatakan, berdasarkan data pengawasan tahun-tahun sebelumnya untuk sapi, kambing, dan domba di luar Rumah Pemotongan Pewan (RPH) pada tahun 2023 tercatat sekitar 6.870 ekor hewan kurban, meningkat menjadi 7.432 ekor pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 8.253 ekor pada tahun 2025. Sementara untuk tahun 2026, berdasarkan prediksi awal, jumlah hewan kurban yang dipotong di luar RPH diperkirakan mencapai sekitar 7.952 ekor.

"Pemotongan hewan kurban di RPH dan TPH (Tempat Pemotongan Hewan) melihat data dari 2022 ke 2023 ada penambahan 1.032 ekor, dari 2023 ke 2024 ada penambahan 617 ekor, dari 2024 ke 2025 ada penambahan 801 ekor. Sedangkan dari tahun 2025 ke tahun 2026 diprediksi akan ada pengurangan sekitar 90 ekor," katanya, Selasa, 12 Mei 2026.

Sukidi menyebutkan. Iduladha tahun ini diperkirakan jumlah titik pemotongan hewan kurban mencapai sekitar 570 titik yang tersebar di 14 kemantren dan 45 kelurahan di Kota Yogyakarta. Wilayah dengan jumlah titik pemotongan tertinggi masih berada di Kemantren Umbulharjo, disusul beberapa wilayah lain yang memiliki aktivitas pemotongan cukup tinggi.

"Data ini menjadi dasar bagi Dinas dalam menentukan distribusi personel pengawas di lapangan," ucapnya.

Penurunan jumlah hewan kurban ini bukan tanpa alasan, karena sebelumnya, hasil pemantauan di pasaran harga hewan kurban terutama sapi cenderung tinggi. Kenaikan harga tersebut bisa menyentuh angka Rp5 juta per ekor untuk jenis kecil.

"Sapi sekarang mahal, kemungkinannya turun, sementara harga kambing cenderung tetap, bahkan banyak yang turun. Tahun lalu Rp3 juta, sekarang Rp2,4 juta sudah boleh. Jadi, nanti jumlah kambing dan domba pasti lebih banyak," ucapnya.

Sebelumnya, Pemilik UD Segar Farm di Pakuncen, Wirobrajan, Sudi Haryoso mengungkapkan, penurunan daya beli masyarakat pada momen Hari Raya Iduladha ini diakui terjadi, terutama dari panitia kurban. Menurutnya, tidak sedikit panitia kurban dari berbagai masjid yang biasanya memesan sekitar enam ekor, tahun ini hanya lima.

"Tahun kemarin kami laku 302 ekor. Perkiraan tahun ini sekitar 250an," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....