Dukung Tri Dharma, Kemenkum DIY Gandeng STMM Perkuat Perlindungan Karya Mahasiswa
- 12 Mei 2026 15:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perguruan Tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus didorong untuk melindungi hasil karya akademik sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebanyak 93 Perguruan Tinggi turut hadir untuk melakukan penanda tanganan kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum) DIY, di Hotel Rohan Yogyakarta sebagai langkah untuk memastikan karya mahasiswa mendapatkan perlindungan hukum.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Evy Setyowati Handayani, mengatakan bahwa perguruan tinggi di Yogyakarta menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kekayaan intelektual (KI) di Yogyakarta. Menurutnya, Banyak karya mahasiswa dan dosen yang bisa langsung dicatatkan sebagai hak cipta, mulai dari skripsi, tesis disertasi hingga produk inovasi lainnya.
“Pastinya yang paling mudah itu adalah skripsi, tesis dan disertasi, ini menjadi bekal bagi kampus untuk mendaftarkan semua hasil karya, baik mahasiswa, maupun dosen dicatatkan hak ciptanya. Jadi banyak sekali potensi yang ada di DIY, sangat disayangkan apabila tidak dilindungi secara hukum,”kata Evy.
Menurutnya, perlindungan hukum terhadap karya akademik menjadi hal yang penting agar hasil inovasi perguruan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kelas, melainkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam lingkup industri dan masyarakat. Sementara untuk pencatatan hak cipta kini semakin mudah yang dapat dilakukan secara daring melalui direktorat jenderal kekayaan intelektual.
Lebih lanjut, dari 93 kampus yang terdaftar untuk penanda tanganan kerja sama dengan kemenkum, Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta menjadi salah satu perguruan tinggi yang mulai memperkuat komitmen dalam perlindungan karya intelektual mahasiswa. Hal ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan tinggi yang telah diatur dalam Undang Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk menciptakan lulusan berkualitas sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyatakat melalui inovasi dan riset.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta, Agung Harimurti mengatakan bahwa kerja sama dengan kemenkum DIY merupakan langkah positif untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma khususnya dalam bidang penelitian. Langkah ini dinilai penting, terutama bagi kampus yang berbasis industri kreatif yang akan menciptakan lulusan lulusan unggul.
“Sebaiknya mahasiswa atau dosen yang memiliki berbagai karya diikusertakan saja, jadi ada perlindungan terhadap karya intelektual yang dibuat mahasiswa atau dosen. Dan itu menjadi salah satu modal untuk branding serta memberikan kontribusi positif dalam hal akademik,”kata Agung
Selain itu, perlindungan karya intelektual dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus produktif dan tidak takut untuk berkarya. Dengan adanya jaminan hukum, mahasiswa diharapkan lebih percaya diri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Di tengah ketatnya persaingan industri kreatif, perlindungan terhadap karya mahasiswa menjadi kebutuhan penting, terutama bagi kampus berbasis multimedia seperti STMM. Kerja sama antara kemenkum dengan STMM diharapkan dapat memperkuat budaya inovasi sekaligus memastikan karya mahasiswa memiliki perlindungan hukum yang jelas, sehingga dapat memproduksi karya kreatif yang bernilai dan berdaya saing. (Victorio Firsta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....