Meneladani Nabi Ibrahim AS Sebagai Uswatun Hasanah
- 11 Mei 2026 06:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pentingnya meneladani sosok Nabi Ibrahim AS sebagai Uswatun Hasanah atau contoh terbaik dalam menavigasi berbagai persoalan hidup dan membangun ketahanan keluarga. Hal itu disampaikan Ustad Sandi Rohman, S.Ag dari Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia DIY, dalam kajian Mutiara Pagi Pro 1 RRI Yogyakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Sandi Rohman mengatakan, bahwa kisah Nabi Ibrahim yang termaktub dalam Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Mumtahanah, bukan sekadar riwayat sejarah, melainkan panduan praktis bagi umat Muslim saat ini.
Dalam kajian tersebut, dirumuskan empat poin utama yang dapat dipelajari dari perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS:
1.Husnuzan Billah (Berprasangka Baik kepada Allah): Nabi Ibrahim menunjukkan keyakinan penuh kepada Allah SWT, bahkan saat menghadapi ujian terberat seperti perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail AS. Keyakinan ini menjadi fondasi dalam menghadapi ketidakpastian hidup.
2.Kegigihan dalam Mencari Rezeki Halal: Melalui kisah Siti Hajar di lembah Makkah yang gersang, umat diajarkan untuk tetap gigih berikhtiar mencari rezeki yang halal meskipun berada di tengah krisis air, keamanan, maupun ekonomi.
3.Keikhlasan dalam Berkorban: Kecintaan Nabi Ibrahim yang luar biasa kepada Allah membuatnya rela mengorbankan apa pun yang dititipkan kepadanya, termasuk harta dan keluarga, sebagai bentuk ketaatan tertinggi.
4.Pentingnya Pendidikan Keluarga: Kesuksesan Nabi Ibrahim melewati berbagai ujian (Bala’ul Mubin) tidak lepas dari pola pendidikan yang ia terapkan kepada istri dan anak-anaknya, sehingga seluruh anggota keluarganya menjadi sosok-sosok teladan.
Kajian ini mengajak pendengar untuk tidak hanya mengagumi kisah para nabi, tetapi juga berusaha menyerupai perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ustad Sandi menegaskan bahwa untuk meneladani seseorang, diperlukan pemahaman mendalam tentang sosok tersebut, upaya untuk meniru tindakannya, dan menjaga diri agar tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan.
"Sungguh beruntung kita diberikan teladan yang bisa dijadikan kaca benggala dalam menapaki kehidupan yang penuh persoalan ini," ujarnya menutup kajian tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....