Edukasi Dini: Kunci Membentuk Karakter Remaja Tangguh Bebas Narkoba
- 10 Mei 2026 13:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saat ini masih menjadi tantangan serius bagi bangsa Indonesia. Prevalensi kasus yang ada sangat memprihatinkan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak remaja di rentang usia 11 hingga 18 tahun.
Parenting Coach & Public Health Educator Santi Dwi Kristina menegaskan bahwa edukasi mengenai bahaya narkoba idealnya sudah harus tuntas diberikan sebelum anak menginjak usia sembilan tahun. “Tujuannya adalah agar anak memiliki keterampilan dan "benteng" mental yang kuat untuk menolak ajakan negatif saat memasuki fase pergaulan,” ujarnya beberapa waktu lalu dalam dialog Obrolan Asta Cita di RRI Pro 4 Yogyakarta.
Strategi utama dalam pencegahan ini adalah dengan "mengenyangkan" anak melalui kasih sayang dan perhatian yang cukup di dalam rumah. Jika kebutuhan psikis, fisik, dan spiritual anak terpenuhi oleh keluarga, mereka tidak akan cenderung mencari pelarian atau pengakuan di luar rumah.
Pola asuh atau parenting skill memegang peranan krusial, dimulai bahkan sejak masa kehamilan melalui persiapan mental orang tua. Calon orang tua, termasuk anak muda yang belum menikah, disarankan membekali diri agar mampu menjalankan peran ayah dan ibu secara optimal di masa depan.
Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan anak adalah terciptanya komunikasi yang nyaman, aman, dan asertif antara anggota keluarga. Dengan pembiasaan komunikasi sejak dini, anak akan tetap merasa dekat dengan orang tua meskipun mereka mulai memasuki usia remaja yang cenderung tertutup.
Orang tua juga diingatkan untuk bijak dalam memahami perbedaan generasi, mulai dari Baby Boomers, Milenial, hingga Gen Z dan Alfa. Menariknya, Santi menyebutkan bahwa sebenarnya anak juga melakukan upaya yang sama besarnya untuk mencoba memahami dunia orang tua mereka.
“Selain itu ketangguhan karakter anak dibangun dari kualitas interaksi dan kedekatan emosional di lingkungan keluarga,” ucapnya. Dengan pondasi yang kokoh dari rumah, remaja diharapkan mampu bertahan dari tekanan teman sebaya (peer pressure) dan segala bentuk ancaman narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....