Leluhur Jawa Wariskan Sistem Peringatan Dini Bencana

  • 08 Mei 2026 18:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Masyarakat Jawa sebetulnya telah mengenal sistem peringatan dini bencana, jauh sebelum munculnya teknologi modern. Namun, sistem itu tidak berwujud sensor atau algoritma teknologi modern.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menyebut sistem itu bersumber dari falsafah dan pengamatan alam yang diwariskan lintas generasi. Masyarakat Jawa biasa menyebutnya dengan istilah Eling lan Waspada.

Eling adalah kesadaran tentang posisi manusia, dalam relasinya dengan alam,” katanya saat membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY, dalam agenda Pertemuan Ilmiah Tahunan, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di UMY.

Sedangkan waspada merupakan bentuk kewaspadaan, yang lahir dari pengalaman kolektif panjang para leluhur masyarakat Jawa, dalam membaca tanda-tanda alam. Maka sebaiknya, menyadari potensi bencana jangan hanya dari layar data dan grafik.

”Gunakanlah ilmu Titen sebagai bentuk praktik mengamati, menandai, dan mengingat pola perilaku alam secara konsisten dari generasi ke generasi,” ujarnya. ”Ilmu ini adalah sistem peringatan dini yang paling komunal yang pernah ada.”

Ia mengutip Fikret Berkes dalam karyanya Sacred Ecology yang menyebut pengetahuan semacam ini sebagai Traditional Ecological Knowledge yang diakui dunia. Yaitu Intergovernemntal Panel on Climate Change (IPCC) dan UNESCO.

Ilmu Titen sebagai pelengkap sahih bagi sains modern dalam manajemen bencana dan perubahan iklim,” katanya. ”Komunitas lokal mampu mengelola resiko bencana yang lebih berkelanjutan dibandingkan sistem terpusat.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....