Film Dokumenter “Langkah Akhir” Ingatkan Ancaman Polio yang Belum Hilang

  • 08 Mei 2026 15:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kasus kemunculan polio di Kabupaten Klaten pada tahun 2023 menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit tersebut belum sepenuhnya hilang. Di tengah upaya menjaga status bebas polio, tantangan seperti rendahnya cakupan imunisasi masih membuka celah bagi munculnya kasus baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, dr. Anggit Budiarto, M.MR, pada acara pemutaran film dokumenter “Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia” yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu 6 Mei 2026.

Film yang diproduksi oleh proyek Synthesis and Translation of Research and Innovation in Polio Eradication (STRIPE) di bawah Pusat Kedokteran Tropis (PKT) UGM ini menghadirkan kisah Najwa, seorang anak yang mengalami kelumpuhan akibat polio, serta perjalanan hidup Mbak Ayah, penyintas polio yang tumbuh menjadi atlet difabel berprestasi. Dua kisah lintas generasi ini menjadi pengingat bahwa dampak polio tidak bersifat sementara, melainkan dapat berlangsung seumur hidup.

“Penularan masih bisa terjadi, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang belum merata,” ucap Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, Penanggung jawab utama proyek STRIPE Indonesia. Ia menegaskan bahwa satu kasus saja sudah cukup menjadi alarm bagi semua pihak untuk tetap waspada.

Lebih lanjut Prof. Yodi menyampaikan bahwa film dokumenter ini diproduksi sebagai alat advokasi kesehatan masyarakat. Melalui film ini, tim peneliti STRIPE Indonesia ingin menyampaikan bahwa keberhasilan eradikasi polio hanya bisa dijaga dengan komitmen bersama. Mulai dari tenaga kesehatan yang bekerja di lini depan, pembuat kebijakan yang memastikan ketersediaan vaksin, hingga masyarakat yang percaya pada pentingnya imunisasi.

Pemutaran film di Pendopo Kabupaten Klaten melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, agama, pemerintah daerah dan kecamatan, organisasi kemasyarakatan, hingga organisasi perempuan. Keterlibatan multi pihak ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan cakupan imunisasi. Melalui sesi diskusi setelah pemutaran film, peserta diajak untuk merefleksikan pesan dalam film sekaligus membahas langkah konkret dalam meningkatkan cakupan imunisasi di masyarakat.

Melalui pemutaran ini, proyek STRIPE bersama para mitra berharap film “Langkah Akhir” tidak hanya berhenti sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi pemantik perubahan. Pesan yang ingin ditegaskan adalah capaian bebas polio harus dijaga bersama dan imunisasi adalah kunci untuk memastikan generasi mendatang terlindungi dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....