Antisipasi Laka, Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Liar

  • 08 Mei 2026 13:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta berhasil menutup sebanyak 38 perlintasan liar sejak 2023. Sebanyak 6 perlintasan berhasil ditutup pada 2023, 14 perlintasan pada 2024 dan 2025, serta 4 perlintasan liar ditutup sepanjang 2026.

Tersebar di wilayah Wonogiri sebanyak 17 perlintasan, Solo sebanyak 4 perlintasan, Wojo sebanyak 4 perlintasan, Wates sebanyak 3 perlintasan, dan Brambanan sebanyak 2 perlintasan. Ada pula di wilayah Sumberlawang sebanyak 2 perlintasan, Sragen sebanyak 2 perlintasan, Yogyakarta sebanyak 2 perlintasan, Klaten sebanyak 1 perlintasan, serta Palur sebanyak 1 perlintasan.

Penutupan perlintasan liar dilakukan untuk mencegah terjadinya laka lantaran tak ada pengaman yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi. Kondisi ini turut menimbulkan potensi risiko bahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat. Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan kini di wilayah Daop 6 Yogyakarta terdapat total 292 perlintasan sebidang. Terdiri dari 97 perlintasan dijaga KAI, 29 perlintasan dijaga Pemda, 17 perlintasan dijaga pihak eksternal, 136 perlintasan tidak dijaga, dan 13 perlintasan liar.

“Ke depannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi,” kata Feni.

Feni menambahkan, pihaknya secara aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Hingga Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan. Terdiri dari 212 kegiatan di perlintasan sebidang dan 5 kegiatan di sekolah serta lingkungan masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api.

Di sisi lain, dalam memberikan pemahaman dan penyampaian informasi keselamatan secara langsung kepada pengguna jalan raya di lapangan, Daop 6 juga telah memasang perangkat pengeras suara atau audio imbauan keselamatan di 9 titik perlintasan Daop 6 Yogyakarta.

“Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu dan lebih waspada saat berada di perlintasan kereta api,” ucapnya.

Feni menyebut peningkatan kompetensi petugas penjaga perlintasan (PJL) juga menjadi perhatian utama. Hingga Triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan pembinaan PJL hingga angkatan ke-7 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menjaga keselamatan di perlintasan. Tidak hanya kepada para petugas PJL yang dikelola KAI tapi juga berkolaborasi dengan para petugas di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan di berbagai titik.

Monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan juga rutin dilakukan setiap bulannya melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur serta memberikan pembinaan secara langsung guna meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan di lapangan.

“Kami berharap dapat terus meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dengan disiplin mematuhi rambu dan aturan saat melintas di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” ujar Feni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....