Perjalanan Hidup Manusia Sebagai Ciptaan Allah SWT

  • 07 Mei 2026 10:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perjalanan hidup manusia dalam Islam dimulai sejak proses penciptaan di alam kandungan, lahir ke dunia, tumbuh dewasa, hingga akhirnya kembali kepada Allah SWT. Hal tersebut dijelaskan dalam Al-Qur’an, Surat Al-Mu’minun ayat 14 yang menerangkan tahapan penciptaan manusia.

Artinya:

“Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang menggantung (darah). Lalu, sesuatu yang menggantung itu Kami jadikan segumpal daging. Lalu, segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, sebaik-baik pencipta.”

Ayat tersebut menjelaskan bahwa kehidupan manusia telah dimulai sejak proses penciptaannya sebelum lahir ke dunia.

Menurut Dr. Akhir Lusono saat menjadi narasumber program Mutiara Pagi Programa 1 RRI Yogyakarta pada Rabu, 6 Mei 2026, manusia lahir ke dunia dalam keadaan suci, lemah, dan belum memiliki ilmu pengetahuan apa pun.

Pada fase awal kehidupan tersebut, manusia memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu, memperbaiki diri, serta membangun karakter sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan. Selain itu, setiap insan juga diharapkan mampu menjalani kehidupan secara seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat sesuai ketetapan Allah SWT.

Dr. Akhir Lusono menjelaskan, perjalanan manusia dimulai dari alam kandungan, kemudian lahir sebagai bayi, tumbuh menjadi anak-anak, remaja, hingga dewasa. Dalam fase kehidupan itu, manusia bekerja, menikah, membangun keluarga, hingga memasuki usia lanjut dan akhirnya meninggalkan dunia yang fana.

Menurutnya, setelah memiliki pekerjaan dan kehidupan yang mapan, manusia umumnya memiliki keinginan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Kehidupan rumah tangga yang harmonis ditandai dengan sikap saling mencintai, menjaga, dan menumbuhkan kasih sayang antarsesama anggota keluarga.

"Dalam menjalani kehidupan, manusia juga dituntut mampu membedakan antara hal yang baik dan buruk. Setiap insan dianjurkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mengisi kehidupannya dengan amal makruf nahi mungkar," ucapnya.

Saat memasuki usia tua, perjalanan hidup manusia mulai mendekati akhir kehidupannya di dunia. Pada fase ini, banyak orang mulai mengurangi bahkan meninggalkan berbagai tuntutan hawa nafsu dan kesenangan duniawi. Mereka lebih memilih memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai persiapan menghadapi kematian dan kehidupan akhirat. Meski demikian, kematian tidak selalu datang pada usia tua. Sebab, seluruh perjalanan hidup manusia, termasuk ajal, telah menjadi ketetapan Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....