Populasi Sapi Pejantan Terbatas, DKPP Bantul Optimalkan Inseminasi Buatan

  • 06 Mei 2026 23:57 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul menyebut jika stok sapi pejantan untuk kebutuhan kurban sangat terbatas. Sejumlah upaya telah dilakukan oleh DKPP Bantul untuk meningkatkan populasi sapi, salah satunya dengan mengoptimalkan program inseminasi buatan (IB).

Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakan, saat ini populasi sapi di Bumi Projotamansari mencapai sekitar 70.000 ekor. Dari jumlah tersebut, 90 persennya merupakan sapi betina.

“Memang kami sedang menggencarkan inseminasi buatan untuk meningkatkan populasi sapi jantan. Dan kebutuhan straw (sperma beku) untuk IB itu sekitar 50.000 dosis per tahun,” ucapnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Joko menambahkan, tingkat keberhasilan IB pada sapi lebih tinggi dibandingkan kambing dan domba. Meski begitu, faktor kemampuan peternak juga perlu diperhatikan.

“Keberhasilan IB pada sapi itu bisa mencapai 70 persen. Tapi pola di Bantul itu umur empat sampai delapan bulan, sapi dijual karena kemampuan para peternak hanya bisa memelihara dua ekor betina,” ujarnya.

Selain metode IB, para peternak di Bantul juga didorong untuk memperpendek calving interval (selang beranak). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas ternak.

“Jadi tiga bulan setelah melahirkan, ternak dikawinkan lagi. Dan sembilan bulan selanjutnya hamil terus lahir lagi,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....