Pasar Hewan Ambarketawang Sleman Tampung Ratusan Ekor Sapi Kurban

  • 06 Mei 2026 17:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Pasar Hewan Ambarketawang menjadi salah satu jujugan bagi masyarakat untuk membeli hewan kurban. Dengan banyaknya pilihan hewan kurban, masyarakat bisa menyesuaikan sapi yang dipilih dengan budget yang dimiliki.

Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Pemotongan Hewan Yuda Andi Nugroho menyebut pasar hewan ini mampu menampung hingga 600-800 ekor sapi. Namun, biasanya mendekati Iduladha hewan yang masuk mencapai 350 ekor. Sementara, pada puncaknya bisa mencapai 400 ekor sapi. Berdasarkan pantauannya, harga sapi mengalami kenaikan pada momentum Iduladha kali ini jika dibandingkan dengan hari biasa ataupun Iduladha tahun lalu.

“Kenaikan Rp 1 juta sampai Rp 2 juta karena memang stok juga belum stabil. Artinya, walaupun dari luar daerah masuk, tapi kebutuhan juga cukup tinggi,” kata Yuda saat ditemui di Pasar Hewan Ambarketawang, Selasa, 5 Mei 2026.

Dia menambahkan, sapi kurban saat ini dibanderol dengan harga rata-rata Rp 23 juta hingga Rp 26 juta perekor. Namun, untuk sapi kurban dengan spesifikasi tertentu bisa mencapai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta perekor.

Yuda mengatakan sapi di Pasar Hewan Ambarketawang ini kebanyakan didatangkan dari wilayah Yogyakarta. Biasanya, ada sapi yang turut didatangkan dari Jawa Timur hingga Bali. Ini sebagai stok tambahan mengingat kurangnya ketersediaan sapi kurban di Sleman. Namun, Yuda menyebut hingga kini belum ada pergerakan sapi dari luar daerah yang masuk ke pasar hewan.

“Kemungkinan masih di pasar atau di lapak-lapak pasar tiban,” ucap Yuda.

Sementara, pembeli datang dari berbagai daerah dan tergantung segmentasi sapi yang dicari. Misalnya, untuk anakan sapi atau pedet lebih banyak diminati oleh warga Banjarnegara hingga Kebumen untuk dijual lagi. Sedangkan sapi kurban di Pasar Hewan Ambarketawang lebih banyak diminati oleh warga lokal Yogyakarta. Penjual pun disebut memiliki spesialisasi hewan kurban yang berbeda. Ada yang khusus menjual sapi betina, anakan sapi, ataupun sapi kurban.

Yuda mengungkapkan, biasanya pada momentum Iduladha sebanyak 30-40 persen atau sekitar 50-100 ekor sapi di Pasar Hewan Ambarketawang laku terjual. Angka ini naik sebesar 20 persen jika dibandingkan dengan hari biasa. Dengan demikian, dia memperkirakan jumlah perputaran uang selama Iduladha bisa mencapai Rp 1 milyar hingga Rp 1,5 milyar. Sementara itu, Yuda menyebut penjualan di Pasar Hewan Ambarketawang bisa kembali naik hingga 5 persen pasca momentum Iduladha. Kebanyakan pembeli akan mencari anakan untuk dirawat dan dijual pada Iduladha tahun depan.

“Puncaknya itu justru setelah kurban karena segmennya beda. Setelah kurban itu orang mencari bakalan untuk penggemukan tahun depan. Itu transaksinya malah lebih tinggi lagi, bisa sampai 450-an ekor karena pedet-pedet bakalan mulai keluar,” ujar Yuda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....