Ketum PDIP Disurati Arus Bawah Yogyakarta, Persoalkan Hasil Musancab

  • 06 Mei 2026 08:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta menyampaikan kritik terhadap kondisi internal partai setelah pelaksanaan musancab di Daerah Istimewa Yogyakarta. Akibat hal tersebut, diputuskan untuk mengirim surat kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri melalui Kantor Pos Besar Yogyakarta pada Selasa 5 Mei, 2026.

Mereka menilai ada hal-hal yang perlu diperbaiki agar partai tetap berjalan sesuai aturan dan nilai perjuangan. Adanya dugaan keputusan organisasi yang tidak sepenuhnya berdasarkan kemampuan dan kinerja kader.

Koordinator Aliansi Utusan Musancab, Junarto, mengatakan ada beberapa hal yang menjadi perhatian. Salah satunya terkait perubahan posisi dalam struktur kepengurusan yang dinilai tidak sesuai dengan rekomendasi awal.

“Ketika DPP memberikan ataupun DPP diberikan untuk surat rekomendasi itu, yang pertama halnya sebetulnya munculnya adalah satu ketua dan dua pendamping. Tapi ketika di Musancab bahwa pendamping itu sekaligus menjadikan pendamping pertama sebagai sekretaris dan pendamping kedua sebagai bendahara,” ucap Junarto

Selain itu, penyampaian pendapat pada tingkat ranting yang dinilai tidak terwakili secara menyeluruh. Dari total sekitar 45 ranting di Kota Yogyakarta, hanya satu ranting yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan.

Ia berharap surat yang dikirimkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi DPP PDI Perjuangan. Menurutnya, evaluasi penting agar proses organisasi ke depan berjalan lebih demokratis.

Sementara itu, Koordinator Arus Bawah, Jarot Kurniadi, menekankan pentingnya transparansi dalam pemilihan pengurus. Ia mengatakan kader di tingkat bawah berharap proses berjalan terbuka dan adil.

“Kalau arus bawah itu mengharapkan proses pemilihan pengurusan PAC berjalan yang seyogyanya, semestinya. Karena di pemilu yang akan terbang di tahun 2029 itu sangat berat sekali,” kata Jarot

Ia menilai terdapat pemilihan kepemimpinan di tingkat PAC saat ini masih belum tepat. Menurutnya, pemimpin seharusnya dipilih dari kader yang berpengalaman dan memahami kondisi masyarakat. (Aryasena)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....