Daya Beli Petani DIY Turun

  • 05 Mei 2026 10:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) turun pada April 2026. Penurunannya sekitar 2,89 persen atau setara 106,53, akibat melemahnya kemampuan hasil tukar produksi petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi.

Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan, penurunan NTP dipengaruhi turunnya Indeks Harga Terima Petani (It) sebesar 2,82 persen. Di satu sisi, Indeks Harga Bayar Petani (Ib) naiksebesar 0,07 persen.

”Secara subsektor, sebagian besar terjadi penurunan NTP,” katanya, Selasa, 5 Mei 2026. ”Penurunan terdalam di subsektor peternakan 6,87 persen, diikuti tanaman perkebunan rakyat 5,54 persen, hortikultura 4,32 persen, dan tanaman pangan 0,83 persen.”

Beberapa komoditas penyebab penurunan NTP, seperti ayam ras pedaging, gabah, telur ayam ras dan cabai rawit. Sedangkan kenaikan harga barang konsumsi dan biaya produksi seperti urea, solar, minyak goreng, serta plastik transparan/mulsa.

Selain NTP, BPS Provinsi DIY juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) April 2026 turun. Penurunannya sebesar 111,52 atau turun 3,83 persen dibanding bulan sebelumnya.

”Penurunan ini menunjukkan bahwa secara umum usaha pertanian mengalami tekanan,” ujarnya. ”Baik dari sisi biaya produksi dan penambahan barang modal.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....