Keracunan di Toragan Sleman: Kardus Nasi Peyok, Sambal Krecek Terasa Asam

  • 04 Mei 2026 19:00 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Peristiwa keracunan terjadi di Padukuhan Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman dan menimpa hingga lebih dari 40 orang. Keracunan ini terjadi usai warga menyantap sajian nasi kotak pada acara pamitan haji, Minggu, 3 Mei 2026.

Pemilik acara, Nayoko Bramantio menyebut pihaknya memesan sebanyak 250 pax nasi kotak dari penyedia katering. Satu porsi dibeli dengan harga Rp30.000. Semula, Yoko, sapaannya, mengatakan nasi kotak itu seharusnya datang pada pukul 05.30 WIB. Namun, pihak katering terlambat melakukan pengiriman hingga pukul 06.30 WIB. Sedangkan acara pamitan haji dimulai pada pukul 08.00 WIB sekaligus dibagikan nasi kotak dan snack bagi para tamu undangan.

Yoko mengatakan kondisi kardus nasi sudah dalam keadaan penyok. Di dalam satu porsi nasi kotak berisi nasi, ayam panggang, telur, sambal krecek ampela ati ayam, timun, dan buah pisang.

“Dari krecek, itu agak kecut. Dari bau tidak kelihatan, tapi rasanya sudah beda. Belum lagi bentuk kotaknya sudah peyok,” kata Yoko saat ditemui, Senin, 4 Mei 2026.

Yoko menuturkan dia sempat mengonsumsi nasi kotak itu pada siang hari setelah acara pamitan haji dan pada malam hari. Gejala keracunan mulai dia rasakan sejak pukul 22.30 WIB. Gejala ini juga turut dirasakan oleh ayah dan adiknya. Yoko mengaku hingga saat ini belum ada komunikasi dengan pihak penyedia katering. Dia turut meminta pertanggungjawaban pihak katering mengingat Yoko dan keluarganya juga turut menjadi korban.

“Kami minta penjara 10 tahun. Soalnya saya juga korban, bukan pelaku. Dan kami minta kalau bisa denda,” ucap Yoko.

Salah satu korban keracunan, Surahmi menyebut sempat menyantap ayam panggang dalam nasi kotak itu sekitar pukul 12.00 WIB. Dia menyebut kondisi ayam saat itu sudah “klenyit” atau lengket terutama di bagian kulit ayamnya. Lalu, Surahmi mulai merasakan mual dan pusing pada Minggu sore. Sementara pada Senin siang dia mendatangi posko pemeriksaan di rumah Dukuh Toragan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Usai diperiksa, Surahmi hanya mengalami gejala ringan dan tidak perlu dirujuk ke rumah sakit.

“Saya hanya diberi paracetamol, obat muntah, dan obat untuk mualnya. Sekarang sudah mendingan,” kata Surahmi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....