Pakar Kebencanaan Sebut Ingatan Kolektif Bagian dari Mitigasi

  • 04 Mei 2026 16:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pakar Kebencanaan UPN Veteran Yogyakarta Profesor Eko Teguh Paripurno menekankan ingatan kolektif, sebagai sarana membangun ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana. Hal tersebut, saling melengkapi dengan infrastruktur dan kebijakan mitigasi bencana.

Pria yang akrab disapa Kang ET itu mengingatkan kembali peristiwa Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006 sebagai titik nol transformasi. Gempa yang saat itu terjadi kurang dari satu menit, menjadi momentum yang menggugah kesadaran kolektif.

”Bahwa kita semua hidup berdampingan dengan resiko bencana gempa bumi,” katanya, Senin, 4 Mei 2026. ”Dari situlah akar ketangguhan masyarakat tumbuh, kesadaran bahwa kita harus mengelola risiko dari bawah, dari masyarakat itu sendiri.”

Namun, ia menegaskan tentang amnesia kolektif sebagai sebuah tantangan terbesar dalam mitigasi kebencanaan. Karena seiring berjalannya waktu, masyarakat melupakan pengalaman bencana, sehingga kewaspadaan menurun.

Padahal, ingatan terhadap bencana seharusnya tidak dipandang sebagai trauma, melainkan sebagai instrumen mitigasi yang memperkuat kesiapsiagaan. Karena menurut Kang ET, ketangguhan merupakan kemampuan untuk menyerap guncangan.

”Beradaptasi terhadap perubahan,” katanya. ”Termasuk dinamika kepadatan penduduk, serta melakukan transformasi menuju kondisi yang lebih aman, melalui mitigasi.”

Maka seharusnya, masyarakat jangan hanya diposisikan sebagai pihak yang menerima bantuan. Mereka harus dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan, yang menyangkut keselamatan mereka ketika terjadi situasi darurat bencana.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....