Puluhan Warga Toragan Keracunan Katering Pamitan Haji
- 04 Mei 2026 14:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Puluhan warga Padukuhan Toragan, Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman mengalami keracunan, Senin, 4 Mei 2026. Seluruhnya merasakan gejala mual, muntah, hingga diare usai menyantap katering pada acara pamitan haji yang digelar di salah satu gedung dakwah setempat, Minggu, 3 Mei 2026.
Putra dari penyelenggara acara, Nayoko Bramantio menjelaskan pihaknya turut memesan sebanyak 250 porsi nasi kotak ditambah bonus sebanyak enam kotak. Sebanyak 130 kotak diantaranya diberikan kepada undangan acara pamitan haji. Terdiri dari keluarga, tetangga sekitar, dan ustadz. Sementara, sisanya dibagikan ke pihak lainnya.
Yoko mengatakan sejatinya dia meminta pesanan untuk datang Minggu pagi pukul 06.30 WIB, tapi pihak katering baru mendatangkan nasi kotak itu satu jam dari waktu yang sudah disepakati. Sementara acara dimulai pukul 08.00 WIB bersamaan dengan dibagikannya katering dan snack untuk tamu undangan. Yoko mengatakan dia turut mengonsumsi nasi kotak pada siang hari setelah acara pamitan haji dan pada Minggu malam.
“Kalau saya itu 10.30 malam (gejala keracunan). Kami korban juga, yang korban di rumah tiga. Bapak saya, saya, dan adik saya,” kata Yoko saat dikonfirmasi, Senin, 4 Mei 2026.
Yoko menyebut di dalam satu porsi nasi kotak itu terdiri dari beberapa menu. Diantaranya ayam kecap panggang, telur, sambal krecek ampela ati ayam, timun, dan pisang. Yoko mengakui ada rasa yang sudah tidak enak pada hidangan krecek. Di samping itu, pihak keluarga juga turut menyediakan snack secara terpisah. Yoko menambahkan belum ada komunikasi antara pihak keluarga dengan pihak katering. Di sisi lain, dia turut meminta pertanggungjawaban katering mengingat Yoko dan keluarganya juga merupakan korban.
“Kami minta penjara 10 tahun, soalnya saya juga korban, bukan pelaku dan kami minta kalau bisa denda,” ucap Yoko.
Sementara, Panewu Mlati Dyah Purwanti menyebut berdasarkan data sementara setidaknya sudah ada 25 orang yang melakukan pemeriksaan mandiri di dokter maupun rumah sakit. Pihaknya juga turut mendirikan posko di rumah Dukuh Toragan untuk melakukan penanganan pada korban yang belum sempat ke rumah sakit. Setidaknya ada 29 orang yang diperiksa di posko sejak dibuka pada pagi tadi. Dyah menyebut, pihaknya turut menggandeng Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga BPBD untuk menangani korban keracunan.
“Korban didata, mereka lalu diperiksa di dalam (posko) oleh tim medis dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Lalu nanti diberi obat. Sampai saat ini hanya ringan, jadi tidak perlu ada yang dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....