Wabup Kulon Progo Beri Perhatian pada Perlintasan Sebidang
- 04 Mei 2026 14:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, KULON PROGO – Wakil Bupati Kulon Progo berkomitmen menjamin keselamatan masyarakat, khususnya terkait infrastruktur perlintasan kereta api. Keselamatan warga dinilai sebagai aspek yang tidak dapat ditawar.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko saat meninjau Perlintasan Sebidang di wilayah Padukuhan Malangan, Kalurahan Sentolo, Kapanewon Sentolo, mengatakan, koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan akan dilakukan terkait dengan perlintasan sebidang. Langkah ini, untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan di titik-titik rawan kecelakaan.
Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas penunjang keselamatan, seperti kelayakan rambu-rambu serta memastikan ketersediaan dan kejelasan rambu lalu lintas di sekitar perlintasan. Ambar juga akan meninjau kembali kelayakan operasional palang pintu perlintasan guna memberikan kepastian keamanan bagi pengguna jalan.
"Kami juga ingin mengedukasi Masyarakat, untuk memberikan pemahaman tentang bahaya di area perlintasan serta menanamkan kedisiplinan dalam berlalu lintas. Keselamatan harus diprioritaskan karena ini menyangkut nyawa manusia. Ini adalah tanggung jawab yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya, Senin 4 Mei 2026.
Terkait keberadaan perlintasan sebidang yang belum berpalang pintu, Ambar berencana melakukan konsolidasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dan KAI guna mencari solusi teknis yang paling efektif. Usulan masyarakat mengenai kemungkinan pembangunan jalan bawah tanah (underpass) sebagai solusi permanen, juga akan ditampung untuk didiskusikan lebih lanjut.
"Kami akan diskusikan dan melihat perkembangan ke depan seperti apa. Prinsipnya, fokus utama kami tetap pada keselamatan warga sebagai prioritas nomor satu," ucapnya.
Lurah Sentolo, Teguh, mengungkapkan, perlintasan sebidang di Malangan merupakan akses vital bagi masyarakat sekitar yang terpisahkan oleh rel kereta api. Faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.Apalagi intensitas perjalanan kereta api yang saat ini sangat padat menuntut kewaspadaan tinggi dari para pengguna jalan. Ia berharap, jika nantinya terdapat kebijakan penutupan perlintasan sebidang tersebut, ada solusi alternatif bagi warga.
"Masyarakat mengharapkan adanya pembangunan underpass di titik-titik strategis agar aksesibilitas warga tetap terjaga tanpa mengorbankan keselamatan. Saat ini, perlintasan di Pedukuhan Malangan merupakan satu-satunya jalur tanpa palang yang tersisa di wilayah Sentolo, setelah beberapa titik lain seperti di Siwalan ditutup dan dialihkan ke flyover," ujarnya.
Teguh mencatat sedikitnya telah terjadi dua kali kecelakaan fatal di perlintasan sebidang Padukuhan Malangan. Salah satu insiden yang melibatkan seorang warga setempat yang meninggal dunia setelah menemper kereta api saat hendak membeli kebutuhan rumah tangga.
"Perlu juga diwaspadai untuk pendatang atau warga luar daerah yang melintas, karena mungkin kurangnya pemahaman medan serta Tikungan Tajam di dekat perlintasan sebidang sehingga kereta api seringkali tidak terlihat secara langsung," ujarnya.
Titik buta kecelakaan kerap terjadi akibat kendaraan yang datang dari arah barat atau selatan karena keterbatasan jarak pandang tersebut. "Kami sangat menyayangkan jika harus ada nyawa manusia yang menjadi korban. Walaupun akses itu mudah, keselamatan tetap harus diutamakan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....