UMY Jadi Pusat Edukasi Penanganan Sampah
- 04 Mei 2026 13:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sering menerima kunjungan studi tiru dari berbagai pihak, yang ingin belajar pengelolaan sampah di kampus tersebut. Sebab, Tempat Pengolahan Sampah Mandiri (TPSM) UMY, terbukti efektif mengatasi persoalan sampah.
Direktur Direktorat Operasi dan Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Dr. Surya Budi Lesmana memastikan, TPSM bukan sekadar tempat pembuangan. Namun juga dirancang sebagai media pembelajaran bagi banyak pihak.
”TPSM ini untuk menyebarluaskan praktik baik penanganan sampah mandiri di kampus,” katanya, Senin, 4 Mei 2026. ”Banyak pihak datang untuk studi tiru, mulai dari instansi pemerintah hingga berbagai lembaga dari luar negeri.”
Meski teknologi sudah tersedia, kesadaran civitas akademika tetap menjadi faktor kunci. Mahasiswa perlu berperan lebih aktif, dalam memilah sampah sejak dari sumbernya, sehingga tidak asal membuang di tempat sampah.
”Dukungan seluruh warga kampus memang sangat diperlukan dalam realisasi program ini,” ucapnya. ”Agar cita-cita mewujudkan zero waste campus dapat tercapai sepenuhnya.”
Melalui fasilitas TPSM, UMY menerapkan sistem pemilahan sampah yang lebih disiplin. Sampah yang berhasil dikumpulkan, dikelompokkan menjadi dua kategori besar, untuk kemudian diolah kembali sesuai jenisnya.
Sampah organik seperti sampah dedaunan diolah melalui proses pencacahan mesin. Setelah itu, material difermentasi menjadi kompos selama 30-35 hari, dan hasilnya digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan kampus.
Kemudian untuk sampah anorganik berupa material bernilai ekonomi seperti kertas dan plastik dipilah untuk dijual kembali. Sedangkan sampah residu, dihancurkan menggunakan incinerator bersuhu tinggi dengan sistem penyaringan emisi yang aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....