UGM dan PLN Gelar Edukasi Internasional Pengelolaan Madu Kedung Poh

  • 01 Mei 2026 09:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta melalui Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Edukasi Internasional Pengelolaan Madu dalam agenda bertajuk "International Community Service Program 2026: Education on Honey". Kegiatan yang diinisiasi Fakultas Farmasi UGM ini bertujuan mengenalkan potensi Ekowisata Kedung Poh kepada dunia internasional pada Kamis, 30 April 2026.

Acara ini dihadiri oleh 150 peserta secara daring maupun luring yang terdiri dari akademisi internasional, peneliti, praktisi, hingga petani madu. Program tersebut menjadi bagian dari implementasi pengembangan desa binaan PLN untuk meningkatkan kapasitas penggiat budidaya lebah madu secara berkelanjutan.

Wakil Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., menjelaskan bahwa edukasi ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai proses produksi madu berkualitas. Menurutnya, teknik budidaya lebah yang tepat sangat menentukan hasil akhir dari madu yang diproduksi oleh masyarakat.

“Program ini menjadi sarana untuk mengetahui bagaimana madu yang baik dihasilkan dari lebah yang dibudidayakan secara tepat. Kedung Poh menjadi salah satu contoh nyata yang telah berhasil menerapkan praktik tersebut,” ujarnya.

Setelah sesi materi, para peserta melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Ekowisata Kedung Poh di Gunungkidul pada siang harinya. Di lokasi tersebut, peserta melihat langsung proses pengelolaan koloni lebah hingga praktik panen madu yang sesuai dengan standar kualitas tinggi.

Sejak tahun 2020, PLN telah mengucurkan anggaran sebesar Rp1,59 miliar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mengembangkan desa ini. Dana tersebut dialokasikan untuk penguatan ekosistem budidaya lebah serta pembangunan sarana prasarana destinasi ekowisata agar lebih berdaya saing.

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menyatakan bahwa kehadiran perusahaan bertujuan untuk mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia memandang pengembangan potensi lokal sebagai kontribusi nyata PLN dalam pembangunan sosial yang melampaui layanan kelistrikan.

“PLN tidak hanya tentang melayani kelistrikan, tetapi juga hadir melalui program TJSL untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan Ekowisata Kedung Poh adalah salah satu bukti komitmen kami dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Deri.

Deri juga menambahkan, bantuan yang diberikan secara bertahap selama ini juga mendorong masyarakat untuk berfikir kreatif dan maju. Pendampingan dari akademisi UGM selama bantuan diberikan, memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan hasil panen maupun perkembangan Kedung Poh menjadi Ekowisata dan Eduwisata yang menarik di Provinsi DIY.

“Bahkan seperti menanam tanaman untuk pakan lebah pun diatur, seperti bunga tertentu mekar di bulan tertentu. Ini membuat lebah tidak pernah kehabisan makanan selama setahun penuh. Di sinilah peran akademisi dalam hal ini UGM, memberi dampak signifikan kepada pengetahuan petani, serta menyiapkan Kedung Poh dari Desa Penghasil Madu menjadi Ekowisata yang lebih terorganisir dan tertata," katanya.

Sinergi antara PLN, akademisi, dan masyarakat ini diharapkan menjadikan Kedung Poh sebagai pusat eduwisata yang tertata lebih baik di Provinsi DIY. Keberhasilan ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi lokal serta memperkuat jejaring kolaborasi di tingkat internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....