Wujudkan Kota Aman, Damkarmat Yogyakarta Perkuat Sosialisasi Smart Fire Safety
- 30 Apr 2026 23:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Upaya membangune kosistem ketahanan dan proteksi kebakaran yang andal guna keselamatan masyarakat terutama untuk mencegah dan mengendalikan kebakaran awal pada bangunan gedung, terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Sosialisasi sistem keselamatan kebakaran pintar (smart fire safety system) terus dilakukan kepada pengelola bangunan gedung, salah satunya yang telah digelar, Selasa, 21 Februar 2026.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta Taokhid mengatakan, sosialisasi dilakukan agar pengelola gedung mendapatkan informasi dan edukasi terkait smart fire safety system yang sesuai aturan, mulai dari sarana prasarana sampai sumber daya manusia (SDM) yang mendukung sistem proteksi kebakaran bangunan gedung. Dalam kegiatan tersebut mengundang 40 pengelola bangunan gedung seperti hotel, kantor, mal, tempat usaha dan bangunan publik lainnya, baik bangunan gedung baru maupun yang sudah lama.
"Ini tujuannya dalam rangka membangun ekosistem ketahanan kebakaran yang andal. Karena mereka punya tanggung jawab terhadap bangunan yang dikelolanya. Kalau sistem ketahanan, sistem proteksi kebakaran pada bangunan dikelola bagus, akan mendukung pembangunan dan penguatan ekosistem ketahanan secara menyeluruh di Kota Yogyakarta," katanya.
Taokhid menjelaskan, dalam smart fire safety system terdapat beberapa komponen yaitu sistem alarm peringatan, sistem proteksi seperti hidran dan SDM serta manajemen keselamatan kebakaran gedung (MKKG). Fasilitas sarana prasarana itu dalam kondisi baik dan dari sisi SDM itu andal, sehingga bisa menciptakan ketahanan dan proteksi kebakaran yang optimal, terutama mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan korban.
Keberadaan smart fire safety system diharapkan bisa memadamkan awal kebakaran, jika tidak tertangani, maka Dinas Kebakaran dan Penyelamatan datang memadamkan.
"Jadi untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran di sebuah gedung menjadi tanggung jawab dari pengelola terlebih dahulu. Kalau kemudian tidak memungkinkan atau tidak mampu baru kemudian berkoordinasi dengan Damkar," ujarnya.
Taokhid menyatakan, setelah sosialisasi itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta akan melakukan inspeksi pemantauan terkait sistem proteksi kebakaran pada sejumlah bangunan gedung. Kemudian diakukan evaluasi, dan kalau ada catatan akan diberikan rekomendasi untuk perbaikan.
Taokhid mengakui, selama ini tidak ada kejadian kebakaran pada bangunan gedung besar di Kota Yogyakarta. Namun kewaspadaan dan antisipasi kebakaran pada bangunan-bangunan gedung harus tetap dilakukan dengan membangun sistem proteksi.
Dalam kegiatan sosialisasi terdapat sharing best practice dari pelaku usaha hotel yang pernah menerima Sistem Proteksi Kebakaran (Siprotek) Award yakni Hotel Pop Malioboro.
Manager Pop Hotel Malioboro, Diana Puspita Sari menekankan pentingnya perbaikan segera pada perangkat sistem proteksi kebakaran yang rusak untuk prioritas mencegah kebakaran dan keselamatan, termasuk menerapkan sistem integrasi jika terjadi kebakaran. Di samping itu penanda-penanda jalur evakuasi dan titik kumpul harus menggunakan stiker menyala.
"Kami menggunakan sistem otomatis. Saat terjadi general alarm (kebakaran) pintu otomatis akan terbuka, pressure fan akan running sehingga mengeluarkan udara segar di area tangga darurat. Lift melakukan homing ke lantai dasar lobby area titik kumpul. Setelah alarm, akan ada pemutusan listrik secara terpusat untuk menghindari korsleting," katanya, menjelaskan.
peserta sosialisasi Krisna Sandayu dari Mal Lippo Plaza Jogja menyambut baik kegiatan itu sebagai ajang mengingatkan kembali para pengelola bangunan gedung untuk tetap waspada kebakaran dengan sistem proteksi kebakaran. Ia menyampaikan Lippo Plaza Jogja dengan bangunan gedung 10 lantai sudah memiliki sarana sistem proteksi kebakaran antara lain Main Control Fire Alarm, hydrant sprinkler, fire detector dan fire tubing untuk menangani kebakaran pada area satu panel dengan alat pemadam Api ringan khusus secara otomatis.
"Jadi dari Damkar membuat standarisasi bahwa semua sistem keamanan dari gedung-gedung perkantoran, apalagi yang berhubungan dengan keselamatan customer. Jika terjadi kebakakaran meminimalkan korban. Dengan sosialisasi ini membuat (pengelola) gedung juga lebih percaya diri untuk menghadapi jika terjadi kebakaran. Jadi menurut saya ini bagus acaranya," ujarnya, mengungkapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....