Target Jalan Mantap Sleman 2025 Belum Tercapai, Infrastruktur Masih Jadi PR
- 30 Apr 2026 23:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman mencatat sektor infrastruktur dan lingkungan hidup menjadi salah satu indikator yang belum mencapai target dalam Capaian Pembangunan Kabupaten Sleman Tahun 2025.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, mengatakan kondisi jalan mantap menjadi indikator penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi daerah.
Pada tahun 2025, target persentase jalan kondisi mantap ditetapkan sebesar 71,44 persen, sementara realisasinya mencapai 70,98 persen atau 99,36 persen dari target yang ditetapkan. “Kondisi mantap itu artinya jalan dalam kondisi baik dan rusak ringan. Tahun 2025 realisasinya 70,98 persen, sehingga masih menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut setara dengan sekitar 496 kilometer jalan dalam kondisi mantap. masih terdapat lebih dari 200 kilometer ruas jalan dengan kondisi rusak sedang hingga rusak ringan
Belum tercapainya target dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang melintasi jalan kabupaten dengan muatan melebihi batas maksimal.
“Faktanya, masih banyak kendaraan dengan tonase di atas lima ton melintasi jalan kabupaten sehingga menyebabkan jalan cepat berlubang, mengalami penurunan permukaan, dan menjadi lebih rentan terhadap kerusakan. Selain itu, kepadatan lalu lintas yang tinggi di sejumlah jalur di Sleman, termasuk lalu lintas harian rerata, juga turut mempercepat kerusakan jalan,” ucapnya menjelaskan.
Faktor cuaca ekstrem diniainya turut mempercepat kerusakan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Meski demikian, capaian positif terlihat pada indikator infrastruktur drainase. Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan persentase drainase kondisi baik sebesar 69,50 persen dan berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai 73,18 atau 105,29 persen.
Fitri menyebut keberhasilan tersebut didukung kebijakan pemerintah daerah yang memprioritaskan pembangunan sistem drainase serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan merawat saluran air di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kabupaten Sleman juga menunjukkan kinerja positif. Target IKLH tahun 2025 sebesar 66,96 persen berhasil dilampaui dengan realisasi mencapai 72,37 atau 108,08 persen dari target.
Capaian tersebut didukung kualitas udara dengan indeks 73,6, kualitas air 81,64, serta kualitas lahan sebesar 53,14. Selain itu, pemanfaatan teknologi pemantauan berbasis citra satelit dan Sistem Informasi Geografis (GIS), serta dukungan komunitas, akademisi, dan masyarakat dalam kampanye lingkungan hidup turut memperkuat upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....