Indeks Pembangunan Manusia di Sleman Masuk Kategori Sangat Tinggi

  • 30 Apr 2026 22:05 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Capaian pembangunan Kabupaten Sleman pada tahun 2025 di Bidang Sumber Daya Manusia menunjukkan hasil positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sleman tercatat mencapai 86,35 persen atau melampaui target 85,73 - 85,90 persen dan masuk kategori sangat tinggi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sleman, Nur Fitri Handayani, mengatakan IPM menjadi indikator utama dalam menggambarkan kualitas pembangunan manusia di suatu daerah.

“IPM Sleman sudah masuk kategori sangat tinggi. Target kita 85,9 dan pada tahun 2025 mampu mencapai 86,35. Artinya capaian kita sudah jauh di atas rata-rata nasional,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar, Kamis, 30 April 2026.

Ia menjelaskan peningkatan IPM didukung sejumlah komponen pembentuk utama, salah satunya meningkatnya usia harapan hidup masyarakat yang mencapai 75,81 tahun. Angka usia harapan hidup tersebut dinilainya menunjukan layanan kesehatan yang semakin baik dan kualitas hidup masyarakat juga meningkat.

Selain sektor kesehatan, capaian pendidikan turut menjadi faktor penting. Rata-rata lama sekolah masyarakat Sleman mencapai 11,42 tahun atau setara siswa SMA kelas dua, sedangkan harapan lama sekolah berada pada angka 16,8 tahun atau setara jenjang sarjana.

“Harapan lama sekolah kita sudah sampai S1, namun rata-rata lama sekolah masih di SMA kelas dua. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama, termasuk melalui program pendidikan seperti Sleman Pintar,” ucapnya

Dari sisi kesejahteraan ekonomi, pengeluaran riil per kapita masyarakat juga meningkat menjadi Rp18,23 juta per tahun, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp17,58 juta. Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kabupaten Sleman tahun 2025 juga melampaui target.

IPK tercatat sebesar 70,49% dari target 70,37%. Fitri menyebut capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi pemerintah daerah, komunitas seni dan budaya, seniman lokal, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Pemanfaatan teknologi informasi yang semakin mudah diakses, didukung sarana pendukung dan daya tarik pariwisata budaya, turut memperkuat upaya pelestarian kebudayaan di Sleman. Ketersediaan data dan informasi kebudayaan yang semakin baik juga menjadi dasar perencanaan dan evaluasi program pembangunan kebudayaan daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....