Jessy Wijaya Lulus Spesialis Tercepat, Raih IPK 3,97 di UGM
- 30 Apr 2026 19:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Jessy Wijaya (30) menjadi salah satu dari 1.638 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang diwisuda di Grha Sabha Pramana pada Selasa, 21 April 2026. Dalam momen tersebut, Jessy mencatatkan prestasi dengan menyelesaikan pendidikan Spesialis Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM hanya dalam waktu 2 tahun 11 bulan 17 hari, lebih cepat dibanding rata-rata masa studi 3 tahun 11 bulan.
Tak hanya itu, ia juga meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yakni 3,97, melampaui rata-rata IPK lulusan program yang berada di angka 3,80.
Jessy mengungkapkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari ketertarikannya pada bidang Periodonsia. Ketertarikan itu membuat proses belajar terasa lebih ringan dan menyenangkan. Ia juga menilai pengalaman saat menempuh pendidikan S2 pada Program Ilmu Kedokteran Gigi Klinis turut membantunya memahami dasar teori sebelum mendalami ilmu spesialis.
“Sejujurnya saya tidak pernah menargetkan untuk lulus tercepat atau mendapatkan IPK tertinggi, semuanya karena saya memang menyukai Periodonsia, sehingga apapun yang saya pelajari tidak terasa berat dan malah semakin membuat saya ingin terus belajar,” ucapnya, Kamis, 30 April 2026.
Ia juga menceritakan perjalanan akademiknya sejak jenjang S1 hingga spesialis di FKG UGM menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengembangan diri. Dukungan keluarga, dosen, pembimbing, dan rekan sejawat menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.
“Berkat doa dan dukungan penuh dari keluarga yang selalu menemani pada setiap perjalanannya. Lalu komitmen dosen dalam membimbing dan mendukung agar berprestasi dan cepat lulus. Serta rekan-rekan residen yang sangat suportif dalam memberikan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan,” katanya.
Dalam aspek akademik, Jessy menuturkan bahwa riset yang ia lakukan sejak S1 hingga spesialis berfokus pada regenerasi jaringan, khususnya jaringan penunjang gigi. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan kualitas perawatan kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.
Selama menempuh pendidikan spesialis, ia juga menghadapi berbagai tantangan, seperti pemenuhan kasus klinis dan kebutuhan alat bedah. Namun, fasilitas yang tersedia di program studi dinilai sangat mendukung, termasuk kesempatan mengikuti seminar dan kompetisi internasional.
Jessy pernah mengikuti seminar Asia Pacific Society of Periodontology 2024 di Vietnam serta berpartisipasi dalam 5th Postgraduate Research Day di Universiti Sains Malaysia. “Kedua pengalaman tersebut telah memperluas wawasan dan koneksi saya,” ucapnya.
Setelah resmi menyandang gelar dokter gigi spesialis, Jessy berkomitmen untuk mengaplikasikan ilmunya dalam praktik pelayanan kesehatan sekaligus terus mengembangkan kompetensi keilmuan di masa mendatang. “Saya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dengan merawat pasien-pasien saya nantinya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....