Pemkab Bantul Akhirnya Turut Memeriksa Seluruh Daycare

  • 30 Apr 2026 21:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Kasus dugaan kekerasan pada anak di daycare atau tempat penitipan anak (TPA) Little Aresha, sempat menyita perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menegaskan jika insiden serupa tidak boleh terjadi di Bumi Projotamansari.

Bergerak cepat, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih telah menginstruksikan Dinas Sosial bersama Staf Ahli Bupati untuk melakukan penelusuran terhadap seluruh TPA di wilayah Bantul. Langkah tersebut, menurutnya sangat krusial untuk mencegah adanya tindak kekerasan terhadap anak.

“Kami menantikan hasil laporan penelusuran Dinas Sosial dan Staf Ahli Bupati. Tujuan penelusuran dan identifikasi ini untuk mencegah, jangan sampai ada kejadian serupa di Bantul. Karena TPA di Bantul ini banyak sekali,” ucapnya, Rabu, 29 April 2026.

Selain itu, pemeriksaan itu juga untuk memastikan setiap TPA memiliki sistem pengasuhan anak yang baik. Sebab, penitipan anak membutuhkan perlakuan khusus karena menyangkut amanah dari para orang tua.

“Merawat anak itu harus dengan kehati-hatian. Karena ini kan amanah banyak orang. Maka harus dijamin keamanannya, kesehatannya, kenyamanan tempatnya, serta cara mengasuhnya,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orang tua mendatangi Polresta Yogyakarta untuk melaporkan kasus dugaan kekerasan terhadap anak, yang dilakukan pengasuh di salah satu tempat penitipan dan pengasuhan anak (daycare) di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Salah satu orang tua, Norman mengaku, terdapat sejumlah luka yang dialami anaknya yang baru berusia 2,5 tahun di punggung dan bibir. Awalnya ia tidak curiga dan sempat mendapatkan informasi dari pengasuh bahwa anaknya mengalami luka sebelum diantar ke Daycare.

Hanya saja menurut Norman, kejadian ini tidak hanya terjadi sekali, sehingga menyebabkan timbul kecurigaan. Karena memang menurutnya, terkadang anaknya dimandikan dan tidak ada luka, tetapi ketika tiba di Daycare mendapatkan anaknya ada luka.

"Kebetulan kalau pagi itu, kadang saya memandikan dari rumah itu tidak ada luka di badan, kemudian begitu kita antar sampai daycare dengan selisih berapa jam ada laporan dari daycare luka di punggung dan di bibir ini sudah luka saat diantar, jadi semacam playing victim," katanya, Sabtu, 25 April 2026.

Norman mengungkapkan, terdapat kemiripan luka yang dialami anaknya dengan anak-anak orang tua lainnya. Hanya saja tidak diketahui secara jelas luka ini diakibatkan karena apa.

"Kejadian ini hampir sama dengan bapak ibu yang lain, lukanya sama di bibir dan punggung, saya enggak tahu lukanya ini karena apa. Apa karena diikat terus berontak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....