Momentum Hari KI, Warga Yogyakarta Diajak Lindungi Merek dan Hak Cipta

  • 30 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) DIY memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia yang jatuh setiap 26 April dengan menggelar rangkaian kegiatan di kawasan Teras Malioboro 1.

Peringatan tahun ini turut dilengkapi layanan Mobile Intellectual Property Clinic sebagai upaya mendekatkan akses layanan kepada masyarakat sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

Mengusung tema “From Passion to Protection: IP in Sports”, kegiatan diawali dengan jalan pagi dan senam bersama masyarakat. Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto, menyampaikan bahwa tema tersebut menyoroti peran strategis kekayaan intelektual dalam mendukung perkembangan sektor olahraga di Indonesia.

"Semuanya hak cipta, merek, game e-sport, yang membuat aplikasi permainan online itu juga bisa mendaftarkan mereknya sehingga bisa mendapatkan perlindungan dari pemerintah," ucap Agung.

Ia menekankan bahwa perlindungan kekayaan intelektual menjadi krusial, terutama di tengah pesatnya perkembangan industri game online yang banyak digemari generasi muda.

"Tentu penting. Game online itu kan luar biasa, hampir semua anak muda menggunakan game online. Ini kalau dilindungi, akan mendapatkan perlindungan, karena punya nilai ekonomi yang tinggi. Jangan sampai nanti diakui oleh pihak lain yang tidak berhak," lanjutnya.

Agung menilai DIY memiliki potensi kekayaan intelektual yang sangat besar dan perlu segera didaftarkan agar memperoleh perlindungan hukum. Ia juga menyebut adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam mendorong kesadaran masyarakat terkait hal tersebut.

"Hari ini pun kami membuka pelayanan, siapapun boleh (mendaftar). Ini dari awal harus kita galakkan, kita sosialisasikan kepada masyarakat, agar mereka tahu bahwa pemerintah itu hadir dalam perlindungan kekayaan intelektual," ucap Agung.

Kawasan Malioboro dipilih sebagai lokasi kegiatan dinilai strategis karena menjadi titik temu masyarakat dari berbagai daerah. "Di Malioboro karena ini adalah tempat yang baik, ini adalah tempat berkumpul, mungkin bukan cuma (dari Yogyakarta), se-Indonesia akan hadir di Malioboro. Ini memang tempat yang sudah kita desain, kita setting, bagus juga ini. Masyarakatnya dari berbagai macam usia, latar belakang, dan mudah-mudahan juga dapat lebih menggelorakan, semakin mendukung pariwisata yang ada di Yogyakarta," kata Agung.

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum DIY, Evy Setyowati Handayani, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan pendampingan pendaftaran kekayaan intelektual untuk kegiatan olahraga bersama Pemerintah Kabupaten Sleman. Salah satunya adalah event Sleman Temple Run yang saat ini masih dalam proses pendaftaran.

"Kita juga sudah kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sleman yang akan mendaftarkan event olahraga Sleman Temple Run. Lagi proses pendampingan," kata Evy.

Ia menegaskan pentingnya pendaftaran sejak awal, mengingat prinsip kekayaan intelektual yang berlaku adalah yang pertama melakukan pendaftaran. "Jadi kalau event-event olahraga itu didaftarkan mereknya dulu, logonya kah, namanya kah, biar tidak ada persamaan dengan yang lain. Sifatnya kan first to file, siapa yang mendaftarkan pertama kali, itulah dia yang berhak," jelasnya. (Aryasena)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....