Evakuasi Sarang Tawon di Sleman Membludak, Damkar Tangani Ratusan Kasus pada 2026
- 27 Apr 2026 09:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Penyelamatan sarang tawon merupakan kejadian yang banyak ditangani oleh Damkar Sleman. Hingga April 2026, setidaknya ada 856 penyelamatan animal rescue yang ditangani Damkar Sleman, termasuk penyelamatan sarang tawon. Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman Gunardi menjelaskan penanganan sarang tawon bahkan harus antri lantaran banyaknya permohonan yang masuk. Biasanya pihaknya turut menyiagakan dua tim. Masing-masing tim bisa menangani di dua hingga tiga lokasi setiap harinya.
“Semalam itu paling tidak ada empat sampai enam (lokasi),” ujar Gunardi saat ditemui di Posko Damkar Sleman baru-baru ini.
Gunardi mengatakan tawon yang ditangani biasanya berukuran besar. Paling sering lokasinya berada di tengah perkampungan. Terutama di atap rumah, tapi tidak terlalu tinggi sehingga dikhawatirkan akan menyengat. Ada pula sarang tawon yang berada di pohon yang cukup tinggi hingga 20 meter. Gunardi menuturkan sejatinya sarang tawon tidak akan berbahaya dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat jika berada pada posisi yang tinggi.
“Kecuali ya kita naik pohon terus ganggu di sana ya, akan akan terganggu. Tapi kan kehidupannya dia di atas kita di bawah, tidak masalah kalau itu,” ucapnya.
Selain penyelamatan sarang tawon, Damkar Sleman juga turut melakukan penyelamatan ular. Namun, Gunardi memastikan jumlah kasusnya tak sebanyak kasus penyelamaran sarang tawon. Di sisi lain, ada pula upaya penyelamatan pada penanganan pelepasan cincin sebanyak satu kasus, penyelamatan pada ketinggian sebanyak 3 kasus, serta penyelamatan dan operasi lainnya sebanyak 25 kasus. Dengan demikian, Damkar Sleman berhasil melakukan penyelamatan nonkebakaran sebanyak 885 kasus sepanjang 2026.
Gunardi menambahkan, prosedur penanganan penyelamatan diawali dari menerima laporan dari masyarakat melalui telepon ataupun WhatsApp. Setelah diketahui maksud dari laporan, Damkar Sleman lantas melakukan penugasan kepada personel. Biasanya, personel akan jauh lebih lengkap pada kasus kebakaran.
“Kalau ular ya langsung, tapi perlu nunjuk yang mau menangani siapa. Paling dua atau tiga (personel), basanya dua. Tapi kalau tawon ya kami catat, kami runutkan antrian karena untuk sarang tawon itu banyak sekali yang antre. Kami antrikan, kalau mau penanganan akan dihubungi lagi,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....