Cegah Kebakaran di Musim Kemarau, Damkar Imbau Masyarakat Tak Bakar Sampah
- 24 Apr 2026 14:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Mendekati musim kemarau, masyarakat diajak berperan aktif untuk mengantisipasi bencana kebakaran. Salah satunya dengan tidak membakar sampah sembarangan.
Komandan Regu (Danru) 1 Damkar Sleman Bayu Ibrahim menjelaskan pembakaran sampah menjadi salah satu penyebab paling banyak kejadian kebakaran. Kerap kali masyarakat membakar sampah sembarangan lalu ditinggal begitu saja. Jika tak terpantau, kobaran api bisa meluas.
“Tadinya hanya sedikit, tidak tahunya ada angin. Walaupun cuma bara kecil, nanti jadi (kebakaran),” ujar Bayu saat ditemui di Kantor Damkar Sleman, Jumat, 24 April 2026.
Bayu menambahkan, pihaknya juga turut mengantisipasi kebakaran lahan. Berdasarkan pengalamannya, Kapanewon Kalasan menjadi wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Dia menyebut, sejauh ini edukasi terkait dengan antisipasi kebakaran telah dilakukan hingga ke tingkat masyarakat.
Di sisi lain, Bayu menyebut pihaknya menemui sejumlah tantangan. Salah satunya terkait dengan luasnya wilayah Kabupaten Sleman sehingga membutuhkan waktu dari satu titik ke titik lainnya. Terlebih, damkar ditargetkan mampu mencapai response time maksimal 15 menit dari markas damkar menuju ke lokasi kejadian kebakaran.
“Memang jadi kendala karena kita baru mempunyai satu pos. Ini ada dua pos, bangunan sudah siap, tapi SDM-nya yang belum,” katanya.
| Baca juga: Krisis Air Bersih Ancam Wilayah DIY |
Sementara, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman Gunardi memastikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan antisipasi kebakaran telah dilakukan. Dia turut berpesan kepada para panewu dan lurah untuk mengimbau warganya agar tidak membakar sampah sembarangan. Jika terpaksa harus membakar sampah, maka harus ditunggu hingga api benar-benar padam.
Di sisi lain, Gunardi juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan literasi terkait dengan antisipasi bencana termasuk kebakaran. Ini menjadi langagkah kesiapsiagaan sehingga diharapkan bisa menekan kerugian akibat kebakaran.
“Kalau dari masyarakat, kemudian pemerintah kabupaten, kapanewon, hingga kalurahan itu memahami, memiliki literasi yang cukup dan baik saya kira bisa meminimalisir resiko bencana,” ucap Gunardi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....