Damkar Sleman Jadi Sasaran Laporan Palsu Debt Collector, Diminta Tagih Utang
- 24 Apr 2026 19:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Belakangan ramai di sosial media mengenai debt collector (DC) yang menelepon ambulans hingga petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan penagihan utang kepada debitur. Kejadian ini juga turut dialami oleh personel Damkar Sleman baru-baru ini.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Sleman Gunardi menyebut dua hari lalu pihaknya menerima aduan dan permohonan evakuasi ular. Tepatnya di Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman. Usai mendapatkan laporan palsu itu, personel beserta armada lantas bertolak menuju lokasi. Sesampainya di tempat laporan, bukan penyelamatan ular yang dilakukan, tapi penelpon justru meminta personel damkar untuk melakukan penagihan utang pada pemilik rumah yang merupakan debitur pinjaman online (pinjol).
“Ternyata sampai ke lokasi itu, hasil pembicaraan dengan itu (penelpon) memang tujuannya untuk mempermalukan rumah yang dituju itu,” kata Gunardi saat ditemui di Kantor Dinas Damkar Sleman, Jumat, 24 April 2026.
Gunardi menyebut, pihaknya belum berencana melakukan tindak lanjut ke ranah hukum. Dia menambahkan, ini bukan kali pertama bagi Damkar Sleman menerima laporan palsu oleh oknum DC. Gunardi mencatat setidaknya sudah ada empat laporan palsu sepanjang tahun ini dari penelpon yang merupakan DC. Tiga bulan lalu peristiwa serupa terjadi di Tempel. Gunardi memastikan semua laporan masyakarat ditindaklanjuti sesuai prosedur. Personel juga sudah meyakinkan kebenaran pelapor hingga detail lokasi kejadian.
“Jadi kami sudah wanti-wanti ke teman-teman setiap ada laporan harus di dicek betul, yang teliti,” ujar Gunardi.
Mantan Panewu Anom Kalasan ini menyebut secara prosedur ketika ada laporan berupa telepon ataupun pesan WhatsApp, di dalamnya memuat maksud permohonan yang dituju. Ada permohonan terkait dengan pemadaman kebakaran ataupun penyelamatan nonkebakaran. Laporan tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh personel.
“Kalau kebakaran ya itu jelas langsung langsung dan personil akan lebih komplit lagi. Tapi kalau ular, perlu menunjuk yang mau menangani siapa. Paling dua atau tiga (personel). Kalau tawon ya kita catat, kita runutkan antrian karena untuk sarang tawon itu banyak sekali yang antri,” ucap Gunardi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....