Disdikpora Yogyakarta Kecam Pengeroyokan Pelajar di Bantul yang Berujung Maut
- 24 Apr 2026 18:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar di Kabupaten Bantul memicu keprihatinan mendalam dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Korban meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan yang diduga dipicu motif balas dendam.
Pemkot Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, mengecam keras tindakan tersebut. Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno, menyebut kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan usia pelajar.
“Kami sangat menyayangkan kejadian itu, apalagi korbannya usia pelajar. Tentu ini menjadi atensi kita semua,” ujar Mugi saat ditemui di kompleks Balai Kota Yogyakarta, Kamis, 23 April 2026.
Mugi menambahkan, peristiwa tersebut terjadi di luar sekolah, sehingga pengawasan keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan. Ia juga mendorong peran aktif organisasi kepemudaan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi remaja.
“Kami sekali lagi mendorong pengawasan dari keluarga dan masyarakat, termasuk pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan untuk membuat Gerakan yang notabenenya adalah pengamanan lingkungan,” katanya.
Sebelumnya, korban berinisial IDS (16) yang merupakan pelajar di Bantul dilaporkan meninggal dunia setelah dianiaya secara brutal pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.
Korban sempat dibawa ke belakang SMAN 1 Bambanglipuro dan kemudian di Lapangan Gadung Mlaten, Caturharjo. Di sanalah korban dikeroyok oleh sekelompok orang. Korban pun sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 19 April 2026.
Dalam kasus ini, dua orang pelaku telah berhasil diamankan Satreskrim Polres Bantul. Sementara lima pelaku lainnya masih buron. Para pelaku terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....