Putar Roda Ekonomi, ASN di Sleman Diajak Nglarisi Pasar Tradisional

  • 23 Apr 2026 14:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Dalam rangka memutar roda perekonomian, para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sleman diajak untuk meramaikan dan nglarisi pasar rakyat. Kegiatan ini dikemas dalam gerakan meramaikan pasar rakyat (GEMPAR) yang dilaksanakan di berbagai pasar tradisional di Sleman pada 22-30 April 2026.

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sleman Aris Herbandang menjelaskan inovasi ini tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: 0262 Tahun 2026 tanggal 20 April 2026 Tentang gerakan meramaikan pasar rakyat atau GEMPAR. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Sleman dalam mengoptimalkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) serta mendukung kemajuan UMKM termasuk para pedagang di pasar rakyat.

“Melalui surat edaran, para perangkat daerah didorong untuk berbelanja di pasar tradisional, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para pedagang pasar,” kata Herbandang, Kamis, 23 April 2026.

Tak hanya ASN, Herbandang mendorong gerakan GEMPAR ini untuk diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, diharapkan bisa menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.

Ketua TP PKK Sleman Parmilah Harda Kiswaya meyebut kegiatan GEMPAR bertepatan dengan Hari Kartini, Hari Kesatuan Gerak PKK ke 54, sekaligus menyambut Hari Jadi ke 110 Kabupaten Sleman. Menurutnya, ini menjadi momentum yang baik untuk ikut menggerakkan perekonomian daerah dengan berbelanja di pasar tradisional. Selain menggerakkan ekonomi, gerakan GEMPAR juga menjadi media organisasi untuk menyapa pedagang pasar yang kebanyakan kaum perempuan.

“Meramaikan pasar rakyat berarti telah berkontribusi secara kolektif memperkuat kondisi ekonomi keluarga, utamanya perempuan-perempuan yang mengais rezeki dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional,” ucapnya.

Dengan gerakan GEMPAR ini diharapkan pasar rakyat dapat semakin berkembang, UMKM semakin berdaya saing, serta penggunaan produk dalam negeri semakin meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....