Puspaga DIY Layani Belasan Konseling Tiap Hari, Didominasi Kasus Kecemasan

  • 23 Apr 2026 13:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pusat pembelajaran keluarga (Puspaga) DIY menjadi layanan di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) DIY yang menyediakan layanan konseling seputar permasalahan individu dan permasalahan keluarga. Konseling ini bisa diakses gratis oleh masyarakat secara daring maupun luring.

Konselor Puspaga DIY Ardila Vindy Suryani menjelaskan sebanyak 535 orang melakukan pengaduan dan 416 orang tercatat melakukan konseling langsung dengan Puspaga DIY sepanjang 2025. Sebanyak 63 persen masalah yang ditangani berupa masalah pribadi, lebih spesifik adalah masalah kesehatan mental. Sebanyak 80 persen atau 334 klien merupakan perempuan berusia 19-30 tahun.

Sementara, untuk layanan telekonseling atau konseling via daring telah diakses oleh 933 klien. Sebanyak 837 orang merupakan pengguna layanan telekonseling gratis untuk persoalan keluarga, pengasuhan, kesehatan mental (Tesaga). Kasus yang paling banyak ditemui pada sesi telekonseling adalah masalah pribadi berupa kecemasan, trauma, overthinking, dan regulasi emosi. Pengakses telekonseling didominasi oleh perempuan yang mencapai 670 orang dengan rentang usia paling banyak 19-25 tahun.

“Pengakses konsultasi paling banyak yakni usia dewasa awal. Terlebih di DIY terdapat banyak kampus, banyak mahasiswa. Kecemasan juga biasanya terjadi pada usia life quarter crisis dan anak zaman sekarang sudah melek tentang kesehatan mental,” ujar Vindy saat dikonfirmasi, Kamis, 23 April 2026.

Menurut Vindy, kecemasan ataupun overthinking bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kondisi ini semakin parah dengan perkembangan sosial media yang pesat pada era digital saat ini. Sosial media kerap kali menjadi wadah untuk berekspresi dan mencari validasi. Jika tak memiliki kontrol diri yang baik, pengakses media sosial bisa membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang mengakibatkan turunnya rasa percaya diri.

“Sering kali klien merasa overthinking, mengapa orang lain bisa tapi dia tidak bisa. Ketika orang beradaptasi dengan situasi yg tidak diinginkan dan tidak memiliki daya lenting yang baik, bisa ke depresi,” kata Vindy.

Vindy menuturkan Puspaga DIY paling banyak melayani kasus kesehatan mental ringan. Ada pula yang berat, tapi tak banyak jumlahnya. Selama sesi konsultasi nantinya konselor akan menilai apakah klien memerlukan penanganan tingkat lanjut ke psikolog atau tidak. Setiap hari konseling dilayani oleh lima orang konselor, baik secara daring maupun luring. Konsultasi langsung dilayani setiap Senin-Kamis pukul 08.00-15.00 WIB dan Jumat pukul 08.00-14.00 WIB. Vindy menyebut, setiap hari pihaknya menerima hingga 12 konsultasi.

“Untuk konsultasi diawali dengan janjian terlebih dahulu. Setiap hari diberikan satu slot konsultasi untuk kasus yang urgent,” kata Vindy.

Masyarakat diimbau untuk tidak mengesampingkan kesehatan mental. Akses layanan konsultasi oleh Puspaga DIY ini diharapkan bisa diakses dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dengan demikian, angka kasus kesehatan mental di Yogyakarta bisa ditekan dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....