Diduga Keracunan Limbah, Sejumlah Ikan di Sungai Belik Mati

  • 21 Apr 2026 12:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Sejumlah ikan mati secara misterius di Sungai Belik, Padukuhan Pandes I, Wonokromo, Pleret, Bantul. Ikan-ikan itu diduga mati akibat keracunan limbah yang dibuang di sungai tersebut.

Dukuh Pandes I, Budi Cahyono saat dikonfirmasi menyatakan, insiden tersebut terjadi pada Senin, 20 April 2026. Pada awalnya, ia mendapat laporan dari warga yang melihat banyak ikan mengapung sekitar pukul 08.00 WIB.

"Dari laporan warga itu tampak busa bertebaran di atas ikan-ikan tersebut. Jenis ikannya sendiri itu ada tawes, nila, wader, dan juga sapu-sapu," ucapnya.

Oleh warga, ikan-ikan yang pingsan tersebut kemudian ditangkap. Bahkan, ada warga yang mambawa ember besar.

"Awalnya warga yang berkumpul hanya sedikit. Namun lama-lama jadi semakin banyak," ujarnya.

Bertindak cepat, pihak padukuhan bersama instansi lainnya langsung melakukan penyelidikan. Setelah ditelusuri, limbah tersebut berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Grojokan Tamanan.

"Jadi ada petugas yang mencuci tandon penampungan air limbah sehingga air cuciannya mengalor ke sungai. Dan limbah itu kan mengandung zat kimia berbahaya," katanya.

Budi menambahkan, pihaknya sudah meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi ikan-ikan tersebut. Pasalnya, ikan yang ditangkap pada pagi hari, sorenya sudah mati.

"Dari petugas sudah mengambil sampel air dan ikan untuk diuji kandungannya. Saya minta warga agar tidak memakan ikan tersebut sebelum hasil laboratorium keluar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menyebut jika pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel di lolasi. DLH Bantul juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah antisipasi.

"Kami juga sudah koordinasikan kepada Babinkamtibmas, dukuh, dan RT setempat untuk melakukan antisipasi pencegahan agar pencemaran lingkungan sungai tidak berkembang dan meluas," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....