Pupuk dan Pakan Ternak Dari Sampah Cangkang Telur

  • 21 Apr 2026 09:30 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Masalah sampah rumah tangga basah seringkali menimbulkan aroma tidak sedap. Hal ini bisa terjadi karena protein dari sisa makanan atau bahan makanan yang menempel atau mengendap dalam waktu beberapa saat. Seperti halnya protein yang menempel pada sampah cangkang telur, yang tidak segera dibuang

Menurut Drs. Iqmal Tahir MSi dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH), itulah yang bisa menjadi penyebab sampah dapur berbau tidak sedap. Padahal cangkang telur sebenarnya menyimpan potensi besar karena kandungan kalsium karbonatnya yang tinggi. Untuk itu, masyarakat bisa memulai memilah cangkang telur agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah.

Manfaatnya pun bisa dirasakan oleh masyarakat sendiri. Misalnya bagi warga yang memiliki ternak, bubuk cangkang telur dapat menggantikan tepung grit dalam campuran pakan unggas atau sapi perah, sehingga peternak bisa lebih hemat. Sementara di sektor pertanian, kalsium dari cangkang telur berfungsi sebagai makronutrien yang memperkuat batang tanaman dan mencegah buah pecah sebelum matang, seperti pada tanaman mangga atau pisang, sehingga inovasi ini menjadi solusi bagi para petani buah .

Inovasi ini tidak berhenti di situ. Saat ini, tengah dikembangkan sistem slow release menggunakan teknologi nano emulsi agar nutrisi kalsium tidak hilang terbawa air hujan. Sebuah langkah kecil dari dapur, ternyata bisa berdampak besar bagi kelestarian alam dan kemandirian pangan.

Iqmal, juga membagikan tips sederhana bagi masyarakat yang ingin mencoba di rumah, cangkang telur bisa dilarutkan dengan asam asetat atau cuka makan untuk mempercepat penyerapan kalsium oleh akar tanaman. Langkah pertama adalah pembersihan. Cukup bilas cangkang telur dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa putih telur yang menjadi sumber bau. Setelah bersih, cangkang dikumpulkan dan dihancurkan lalu dihaluskan.

Reaksi antara asam cuka dan kapur dari cangkang telur akan menghasilkan gelembung udara, menandakan proses pelarutan sedang berlangsung. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, cangkang telur akan larut sempurna dan siap digunakan sebagai pupuk cair yang netral dan aman bagi tanaman.

"Jika dikelola dengan baik, sampah cangkang telur yang tadinya membebani lingkungan ini bisa menjadi produk bernilai jual tinggi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....