BNNK Bantul Minta Toko Vape Pasang Spanduk Bebas Narkotika

  • 18 Apr 2026 09:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Vape atau rokok elektrik kini telah menjadi tren atau gaya hidup modern. Namun, di balik rasa cairan yang beragam, terdapat celah menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika.

Untuk mengantisipasi bahaya tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul akan menyurati toko-toko vape di Bumi Projotamansari, untuk mencamtumkan pengumuman jika produk yang dijual bebas dari narkotika. Langkah ini dilakukan menyusul adanya temuan cairan vape yang dicampur dengan narkotika di wilayah Jakarta. Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah mengakui hingga saat ini belum ada temuan vape yang mengandung cairan etomidate.

“Untuk di Bantul sendiri memang belum ditemukan. Namun sebagai langkah antisipatif, kami bersama teman-teman di bagian Pencegahan akan menyurati toko-toko vape tersebut. Jadi nanti mereka bisa mamasang banner atau spanduk bahwa produknya bebas narkotika,” ucapnya kepada RRI, Sabtu, 18 April 2026.

Meski begitu, ia menilai jika pengawasan di lapangan masih mendapatkan kendala yang serius. Pasalnya, kebanyakan toko vape belum memiliki izin resmi dan tidak ada organisasi yang menaungi mereka.

“Susah karena mereka juga belum berizin. Kalau sudah berizin dan berada di bawah naungan organisasinya kan lebih mudah untuk pengawasan. Saya tanya ke Dinas Perdagangan ternyata mereka (toko vape) juga belum ada izinnya,” ujarnya.

Selain itu, masalah kewenangan juga menjadi kendala bagi BNNK. Pengawasan dan penindakan toko vape masih belum bisa dilakukan secara optimal.

“Saya juga belum tahu itu kewenangannya di mana. Saya tanya ke Satpol PP, kalau rokok memang masuk di pengawasan mereka. Nah, tapi yang rokok elektrik ini belum,” katanya.

Meski begitu, Arfin menilai jika cairan vape yang mengandung narkotika bukanlah produk resmi. Produk tersebut biasanya tidak memiliki segel dari bea cukai dan dipastikan tidak memiliki sertifikat BPOM.

“Tapi saya yakin produk yang mengandung narkotika itu ilegal dan harganya juga lebih tinggi. Untuk masuk ke Bantul juga tidak mudah,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....