DPRD Bantul Sayangkan Insiden Keracunan MBG di Pundong dan Jetis
- 17 Apr 2026 14:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Selama dua pekan dalam bulan April ini, ratusan siswa di Kapanewon Pundong dan Jetis, Kabupaten Bantul diduga menjadi korban keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak hanya siswa sekolah, tercatat sebanyak 30 guru juga menjadi korban yang sama.
Menanggapi insiden itu Ketua Komisi D DPRD Bantul, Pramu Diananto Indratriatmo, mengaku sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa generasi penerus bangsa dan pendidik tersebut. Menurutnya, pihak SPPG harus bertanggung jawab penuh terhadap biaya pengobatan para korban.
“Biaya berobat dari para korban ini wajib diganti oleh SPPG. Bukan kok menjadi tanggung jawab pemerintah. SPPG jangan mau untungnya saja,” ucapnya, Jumat, 17 April 2026.
Pria yang akrab disapa Nanto ini menyatakan, selama ini SPPG yan beroperasi tidak serta merta memenuhi syarat yang ditentukan. Berbagai syarat seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) baru dilakukan usai SPPG beroperasi.
“Ironis saja ya. SPPG sudah melayani sekolah sambil menunggu berbagai izin tersebut keluar. Saat ada keracunan, SPPG ditutup sementara oleh Badan Gizi Nazional (BGN) dengan waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji menyatakan, SPPG yang diduga menyebabkan keracunan di SMPN 3 Jetis sudah ditutup sementara oleh BGN.
“Untuk kapan SPPG itu beroperasi lagi, itu kewenangan dari BGN. Yang jelas ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk beroperasi kembali,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....