GDA Gandeng Aktivis Jerman, Kampanyekan  Peduli Krisis Degradasi Tanah

  • 14 Apr 2026 22:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Global Darussalam Academy (GDA) bersama Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi berwawasan global dan berkarakter peduli lingkungan melalui penyelenggaraan kampanye bertajuk “Save Soil Campaign”. Kegiatan ini menghadirkan aktivis lingkungan internasional, Konstantin Zulske.

Konstantin Zulske yang merupakan seorang aktivis lingkungan asal Jerman yang dikenal melalui keterlibatannya dalam kampanye global Save Soil, yaitu gerakan internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran dunia terhadap krisis degradasi tanah, menjadi narasumber utama dalam kampanye ini di GDA.

Konstantin dikenal karena melakukan ekspedisi bersepeda lintas benua sejauh kurang lebih 15.000 km dari Eropa hingga Asia, sebagai bentuk kampanye nyata untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan tanah. Dalam perjalanan kampanyenya menuju India, Konstantin Zulske diketahui melintasi sejumlah negara, di antaranya: Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, India, dan sekarang Indonesia.

"Mengapa menyelamatkan tanah? Mengapa bukan perubahan iklim atau yang lainnya? Karena tanah sebenarnya adalah penyimpan karbon terbesar di planet ini setelah lautan. Tanah menyimpan karbon tiga kali lebih banyak daripada yang ada di atmosfer, dan dua kali lebih banyak daripada gabungan seluruh tanaman dan pohon di dunia," katanya, di sela kampanye bertajuk Save Soil Campaign yang digelar, Selasa, 14 April 2026.

Selama perjalanannya, Konstantin mengunjungi sekolah, kampus, dan komunitas, mengadakan diskusi dan edukasi tentang lingkungan, mengajak masyarakat melakukan aksi nyata seperti penanaman pohon, menjadi representasi kampanye global Save Soil di berbagai negara.

Konstantin Zulske bukan sekadar pembicara lingkungan, tetapi aktivis lapangan yang membawa pesan keberlanjutan secara langsung lintas negara. Perjalanannya dari Jerman hingga India menjadikannya simbol gerakan global yang menghubungkan kesadaran lingkungan dari Barat hingga Asia.

Konstantin mengungkapkan, degradasi tanah menjadi ancaman serius bagi kehidupan global, dan sudah seharusnya seluruh dunia melindungi tanah dengan vegetasi dan lebih banyak menggunakan kandungan organik. Menurut data ilmuwan, lebih dari separuh tanah di dunia telah mengalami kerusakan.

"Ilmuwan PBB sekarang mengatakan bahwa 52 persen tanah di planet ini sudah terdegradasi, dan itu tidak akan berhenti di 52 persen. Mereka bilang dalam 25 tahun ke depan, nanti 90 persen tanah di bumi ini akan terdegradasi secara permanen," ujarnya.

Founder Global Darussalam Academy (GDA) saat menanam bobit pohon dalam kampanye Save Soil Campaign, Selasa, 14 April 2026. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Founder GDA, Romahurmuziy mengatakan, gerakan menjaga tanah ini tidak hanya sekadar kampanye lingkungan. Tetapi lebih dari itu, adalah tentang kepedulian terhadap masa depan umat manusia.

"Setiap tahun di Indonesia telah terjadi laju konversi lahan sawah pertanian menjadi non lahan sawah pertanian kurang lebih sekitar 90 ribu sampai dengan 120 ribu hektar per tahun. Kita juga mengalami laju deforestasi yang terbesar dalam sejarah di tahun 2025 kemarin hampir 500 ribu hektar," katanya.

Romi mengungkapkan, GDA menggandeng Konstantin Zulske dalam kampanye ini menjadi salah satu bentuk komitmen GDA dalam turut serta menjaga alam. Karena selama ini, GDA mengajak setiap siswa untuk bertanggung jawab terhadap alam.

"Dalam rangka implementasi bakti dia kepada bumi itu untuk setiap siswa memiliki pohon mereka, yang mereka rawat selama mereka tiga tahun sekolah di sini," ujarnya.

Kolaborasi antara GDA dan Kemala Taruna Bhayangkara ini menjadi wujud sinergi pendidikan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu global, khususnya krisis degradasi tanah. Melalui kampanye ini, siswa diajak untuk memahami bahwa keberlangsungan kehidupan sangat bergantung pada kesehatan tanah sebagai sumber utama ekosistem.

Kegiatan “Save Soil Campaign” ini merupakan implementasi nyata dari visi Global Darussalam Academy, yaitu mewujudkan pemimpin kelas dunia yang berintegritas, berakhlak mulia, pembelajar sejati, dan cinta tanah air. Nilai tersebut diperkuat melalui pengalaman langsung yang menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat global.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan misi GDA dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan berdaya saing global, membentuk karakter yang menjunjung tinggi etika, kejujuran, dan tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.

Sinergi antara GDA dan KTB ini juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lainnya untuk turut berperan aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan. GDA meyakini bahwa pendidikan yang holistik adalah kunci dalam melahirkan generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan global, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan bumi.

Dalam kegiatan tersebut selain menghadirkan Konstantin Zulske, juga digelar penanaman bibit pohon yang dilakukan di lingkungan sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....