Lindungi Perempuan dan Anak, Muslimat NU Kukuhkan 15 Paralegal
- 12 Apr 2026 15:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) DIY memperingati hari lahir ke-80 di UIN Sunan Kalijaga, Minggu, 12 April 2026. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menguatkan peran organisasi dalam isu sosial, khususnya perlindungan perempuan dan anak. Dalam rangkaian hari lahir ke-80 Muslimat NU turut dilakukan pengukuhan dan inaugurasi paralegal. Sebanyak 15 paralegal yang telah dikukuhkan ini nantinya akan menjadi garda terdepan pendampingan masyarakat di tingkat akar rumput.
Ketua Umum PP Muslimat NU Arifah Choiri Fauzi mengatakan, pembentukan paralegal merupakan bentuk komitmen Muslimat NU dalam memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak. Paralegal diharapkan mampu menjadi ruang awal penyelesaian masalah sebelum masuk ke ranah hukum.
“Dengan adanya paralegal ini paling tidak mereka yang punya masalah, punya tempat untuk mereka curhat tidak sampai ke proses hukum ya, jadi bisa dimediasi, bisa dicarikan solusi terhadap apa persoalan-persoalan yang terjadi,” kata Arifah saat ditemui di UIN Sunan Kalijaga, Minggu, 12 April 2026.
Arifah menambahkan, paralegal nantinya akan bekerja sama dengan pos bantuan hukum (Posbankum) di tingkat desa. Serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah, termasuk dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga berencana di tiap wilayah. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dinilai penting karena persoalan perempuan dan anak tidak hanya berkaitan dengan satu bidang saja.
“Menyelesaikan persoalan perempuan dan anak ini tidak hanya terkait dengan dinas perempuan dan anak ya. Karena persoalan ini harus diselesaikan oleh unit sektor. Ya pendidikannya, ya kesehatannya, ya pertaniannya, ya UMKM-nya,” ucap Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak ini.
Sementara, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyebut peringatan Harlah ke-80 mengusung tiga tema besar, yakni merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan meneduhkan peradaban. Khofifah mengatakan, nilai-nilai seperti moderasi, toleransi, dan keadilan harus terus dijaga sebagai bagian dari tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Selain itu, penguatan kemandirian organisasi juga menjadi fokus melalui layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga dakwah.
“Kita ingin membangun peradaban yang teduh, sejuk, dan damai, baik di tingkat keluarga hingga global,” ujar Khofifah.
Di samping itu, Khofifah juga turut menyinggung terkait dengan semangat meneduhkan peradaban. Dimulai di tingkat rumah tangga, komunitas, lokal, regional, nasional, hingga global. Gubernur Jawa Timur ini juga menyebut pihaknya akan bersurat kepada PBB melalui Kementerian Perempuan.
Setidaknya ada tiga hal dasar yang disuarakan. Tujuan pertama adalah menjaga dan melindungi nyawa manusia. Lalu, komitmen yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 untuk ikut serta membangun ketertiban dunia. Serta Beijing Platform for Action yang terdiri dari 12 bidang kritis salah satunya berkaitan dengan perempuan dan konflik bersenjata.
“Dari tiga hal itu kemudian kita break down ke dalam 9 item. Dari 9 item kita berharap bahwa Sekjen PBB melalui kekuatan, melalui power-nya, melalui sinerginya akan bisa menghentikan perang dan mewujudkan perdamaian dunia,” ucap Khofifah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....