Viral Siswa SMA Dilengserkan dari Ketua OSIS usai Kritik MBG, Ini Kronologinya

  • 08 Apr 2026 16:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Media sosial X diramaikan dengan video seorang siswa yang memperkenalkan diri sebagai Bayu, mengaku dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua OSIS SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta karena mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam video berdurasi 1 menit 17 detik yang diunggah akun @regar_oposisi, Bayu menyebut dirinya diberhentikan secara sepihak karena menolak program MBG yang dianggap sebagai pemborosan anggaran.

"Bayu Ketua OSIS SMA 3 Muhammadiyah Yogyakarta dilengserkan secara sepihak sebagai Ketua OSIS oleh pihak sekolah karena mengkritik dan menolak MBG. Tolong klarifikasinya @muhammadiyah," tulis cuitan tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta bergerak cepat. Dalam hitungan jam setelah video viral, sekolah langsung memanggil yang bersangkutan.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Muflikh Najib, mengatakan pihaknya mengetahui video tersebut pada Senin pagi, 6 April 2026, dan segera melakukan klarifikasi.

"Kita baru mengetahui Senin jam 10.00, saat itu Bayu ada ujian. Saya colek dia, nanti temui saya sebentar," ujarnya saat ditemui di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Selasa, 7 April 2026.

Sekolah pun membenarkan bahwa sosok dalam video adalah Bayu, siswa kelas 12. Namun, pihak sekolah membantah jika Bayu merupakan Ketua OSIS atau disebut Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).

Najib mengatakan, Bayu pernah menjabat sebagai Ketua 1 atau Wakil Ketua Umum IPM saat kelas 10 pada 2023-2024, dan hanya berlangsung beberapa bulan saja. Sejak saat itu, kata Najib, Bayu tidak lagi aktif dalam organisasi apa pun hingga kelas 12.

"Di kelas 10 memang Bayu pernah menjabat sebagai Ketua 1, Wakil Ketua Umum, tapi hanya menjabat beberapa bulan karena memang terkait dengan kedisiplinan dan keaktifan dalam berorganisasi, akhirnya Bayu mengundurkan diri. Sehingga di kelas 10 itu tidak tuntas masa jabatannya. Kemudian kelas 11 tidak menjabat apa pun, di kelas 12 juga tidak mengikuti organisasi apa pun," ujar Najib.

Lebih lanjut, terkait video yang beredar, Najib menyayangkan adanya sejumlah pernyataan dalam video tersebut yang tidak sesuai dengan fakta, termasuk terkait isu pelengseran.

"Di sana yang kita sayangkan karena pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta. Ada yang menyebut dilengserkan, kemudian diberikan SK untuk mengundurkan diri atau dicopot," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....