BUMKal Aktiva Jaya Caturtunggal Optimalkan Potensi Desa Melalui Usaha

  • 09 Apr 2026 17:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Aktiva Jaya yang berlokasi di Kelurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan berbagai unit usaha.

Di bawah pimpinan Direktur Supriyanto, lembaga ini mengintegrasikan berbagai sektor produktif mulai dari peternakan ayam petelur, pertanian perkotaan berbasis hidroponik, hingga budidaya perikanan air tawar guna menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

Lahirnya BUMKal Aktiva Jaya merupakan transformasi dari program TPK Ketahanan Pangan yang dimulai pada Juli tahun sebelumnya untuk mengelola 20 persen Dana Desa. Yunika salah satu anggota Aktiva Jaya menjelaskan, pembentukan TPK tersebut menjadi fondasi awal sebelum akhirnya resmi menjadi BUMKal pada Februari kemarin melalui Musyawarah Kalurahan (Muskal).

"Perjalanannya dari Bumkal awalnya adalah dari TPK Ketahanan Pangan. Karena memang dari Caturtunggal belum ada Bumkal, tapi kita diwajibkan untuk mengelola dari Dana Desa 20 persen untuk ketahanan pangan," ujar Yunika.

Supriyanto menjelaskan, filosofi utama pendirian BUMKal Aktiva Jaya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas melalui aktivasi roda perekonomian yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

“Keberadaan unit-unit usaha ini juga diproyeksikan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan menyediakan sumber pangan yang dikelola secara mandiri oleh warga kalurahan,” katanya.

Lebih dari sekadar mengejar keuntungan, Supriyanto menekankan pentingnya peran BUMKal sebagai wadah edukasi bagi masyarakat mengenai tata kelola bisnis yang profesional dan benar, sehingga diharapkan mampu membentuk mentalitas kewirausahaan yang tangguh di lingkungan Kelurahan Caturtunggal.

"Maksud dan tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, ada roda ekonomi yang akan bergerak di sini, ada tenaga kerja yang terserap, kemudian juga untuk ketahanan pangan nasional," ujar Supriyanto, Kamis, 2 April pekan lalu.

Dalam operasionalnya, BUMKal Aktiva Jaya saat ini mengelola divisi ayam petelur dengan populasi mencapai 597 ekor yang berfokus pada produksi telur berkualitas tinggi, termasuk varian telur omega yang kini permintaannya terus melonjak di pasar.

Supriyanto mengakui bahwa telur omega adalah komoditas yang paling tinggi ditangkap pasar saat ini hingga ketersediaannya sering kali terbatas. Mengingat tingginya antusiasme konsumen, pihak manajemen telah merencanakan ekspansi dengan menambah sekitar 130 ekor ayam dalam waktu dekat untuk menjaga stabilitas pasokan di lokasi pengembangan yang sudah disiapkan.

Manajemen bisnis terukur

Selain sektor peternakan, unit usaha hidroponik yang terletak di wilayah Janti menjadi bukti keberhasilan pertanian perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas untuk menanam komoditas seperti selada, pakcoy, kailan, hingga pagoda. Unit ini dikelola dengan manajemen bisnis yang sangat terukur, di mana efisiensi biaya operasional mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Pengelolaan harian dilakukan dengan presisi tinggi, meliputi pengecekan teknis kadar nutrisi serta pemantauan sirkulasi air secara berkala untuk memastikan kualitas sayuran tetap segar dan layak konsumsi. Keberhasilan di sektor pertanian ini melengkapi divisi perikanan yang berada di Tambak Bayan sebagai pilar pendapatan produktif lainnya.

Keberadaan BUMKal Aktiva Jaya sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena salah satu misi utamanya adalah mengedukasi warga tentang cara menjalankan usaha yang baik. Supriyanto menegaskan bahwa edukasi adalah poin terpenting agar masyarakat memiliki bukti nyata kesuksesan sebelum memulai usaha sendiri.

"Masyarakat umum itu kalau belum tahu ada buktinya itu biasanya diedukasi nggak percaya. Edukasi untuk budidaya ikan yang baik yang bagaimana, itu karena sudah ada hasilnya itu biasanya menyerap ilmunya dari situ," ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Supriyanto saat ini tengah gencar melakukan penjajakan kerja sama dengan sektor ritel modern, termasuk rencana masuk ke jaringan swalayan besar dan berbagai perusahaan penyedia pangan beku (frozen food).

"Kita sudah melobi ke salah satu mitra distribusi pangan modern, kelihatannya dalam waktu dekat ini sudah ada jawaban. Kalau sudah masuk ke pemasaran yang modern, mungkin kita akan kewalahan memenuhi permintaannya," ucapnya lebih lanjut.

Dengan manajemen arus kas yang sehat serta sistem investasi berkelanjutan melalui perputaran modal dari ternak afkir, BUMKal Aktiva Jaya optimis dapat terus berkembang menjadi entitas bisnis desa yang menjanjikan bagi kemajuan seluruh elemen masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....