Ternak Ayam Aktiva Jaya Mampu Hasilkan 520 Butir Telur Omega Per Hari

  • 09 Apr 2026 16:41 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) sering kali menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, BUMKal Aktiva Jaya hadir mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai unit usahanya.

Salah satu unit yang paling menonjol adalah peternakan ayam petelur berjenis Omega yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga mendukung ketahanan pangan warga setempat.

Direktur BUMKal Aktiva Jaya Caturtunggal, Supriyanto, menjelaskan, BUMKal ini memiliki tiga divisi utama, yaitu peternakan ayam petelur, hidroponik di area Janti, dan perikanan nila merah di Tambakbayan. Tujuan utama pendirian BUMKal ini untuk meningkatkan kesejahteraan, menggerakkan roda perekonomian, menyerap tenaga kerja, serta memastikan ketahanan pangan.

"Target sasarannya adalah untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara menjalankan usaha yang baik dan benar. Hal ini akan membentuk mental masyarakat untuk menjadi usahawan yang baik," kata Supriyanto kepada RRI, Kamis, 2 April pekan lalu.

Terkait unit ayam petelur, Supriyanto menyebutkan, saat ini terdapat 597 ekor ayam yang dikelola dari target awal 600 ekor karena adanya angka kematian. Tingginya permintaan masyarakat terhadap telur Omega yang kaya gizi membuat pihak BUMKal berencana menambah populasi sekitar 130 ekor lagi di area yang masih kosong.

Hasil panen telur ini dipasarkan secara lancar ke masyarakat, serta disuplai ke sebuah perusahaan frozen food. Keberhasilan peternakan ini tentu tidak lepas dari manajemen kandang yang mumpuni.

Produksi capai 90 persen

Timbul Santoso, pengurus peternakan yang bergabung sejak 8 Januari 2026, mengatakan, tingkat produksi telur harian sangat optimal. Dari 597 ekor ayam, peternakan ini mampu memproduksi 510 hingga 520 butir telur setiap harinya, atau mencapai tingkat persentase produksi sekitar 90 persen.

"Pengambilan telur rutin dilakukan satu kali sehari setelah pukul 15:00 sore. Tujuannya agar tidak bolak-balik dan mengganggu ayam yang sedang banyak bertelur pada pagi hingga siang hari," ujar Timbul.

Setiap ayam diberikan pakan rata-rata 1,1 hingga 1,2 ons per hari. Komposisi pakan yang diberikan terdiri dari 50 persen jagung kuning, ditambah bekatul (katul), konsentrat, serta tepung tulang atau tepung ikan untuk memenuhi kebutuhan protein ayam. Peternakan ini juga sudah menggunakan fasilitas tempat minum otomatis (nipple drinker) sehingga pasokan air bersih selalu terjaga dan meminimalisasi kelembapan kandang.

Meski begitu, pengawasan fasilitas kandang tetap harus dilakukan secara teliti. "Risiko paling berat itu kalau kotoran sampai basah. Baunya pasti menyengat dan sarang penyakit pasti muncul. Makanya, karena alat minum otomatis ini kadang ada yang macet dan menetes terus, kandang harus betul-betul kita kontrol setiap hari," kata Timbul.

Aspek kebersihan dan pengelolaan limbah juga menjadi perhatian utama agar peternakan ramah lingkungan dan tidak mengganggu warga sekitar. Timbul menjelaskan bahwa kotoran ayam diolah menjadi pupuk kandang melalui proses fermentasi yang kemudian dimanfaatkan oleh petani sayur di area persawahan.

Pengambilan kotoran dilakukan sebulan sekali. Untuk mencegah bau amonia, ia rutin menaburkan sekam dan kapur dolomit setiap seminggu sekali pada penampungan kotoran yang basah.

Untuk menjaga siklus produksi yang efektif, BUMKal telah merancang sistem peremajaan yang terukur. Ayam yang telah memasuki usia afkir, yakni sekitar 2 hingga 2,5 tahun, akan dijual sebagai ayam pedaging.

"Hasil penjualan ayam afkir tersebut nantinya diputar kembali untuk membeli pullet (ayam siap bertelur) baru pada usia 20 pekan, sehingga investasi awal pembelian ayam cukup dilakukan sekali saja," ujar Supriyanto.

Melalui pengelolaan yang profesional, terjaga kesehatannya, dan terintegrasi, unit usaha ayam petelur BUMKal Aktiva Jaya Caturtunggal ini diharapkan terus berkembang. Tidak hanya menjadi sumber pendapatan yang lancar bagi desa, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar yang ingin belajar membangun kemandirian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....