Hujan Diprediksi Masih Turun di DIY Sepanjang April 2026

  • 31 Mar 2026 16:14 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – BMKG Stasiun Klimatologi DIY memprediksi curah hujan masih akan turun di Yogyakarta selama April 2026. Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas merinci curah hujan dasarian pertama April 2026 diprediksi dalam kategori rendah hingga menengah berkisar antara 20-100 mm perdasarian dengan sifat hujan Bawah Normal (BN)-Normal (N). Lalu, curah hujan dasarian kedua April 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 20-75 mm perdasarian dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN).

“Sedangkan curah hujan dasarian ketiga April 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 10-75 mm perdasarian dengan sifat hujan seluruhnya Atas Normal (AN),” ujar Reni, Selasa, 31 Maret 2026.

Reni menambahkan, berdasarkan pengamatan gejala fisis dan data dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari selatan mengindikasikan Monsun Asia mulai melemah. Sementara, indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) kondisi netral, diprediksi akan tetap netral hingga pertengahan tahun 2026. Sedangkan, Dipole Mode Indeks (DMI) berada dalam kategori netral hingga pertengahan tahun 2026.

“Madden Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia dan analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY antara -2.0°C hingga 0.5°C, kategori dingin hingga netral dengan suhu berkisar antara 28 hingga 29 derajat celcius,” ucapnya.

Di sisi lain, Reni memprediksi awal musim kemarau 2026 terjadi pada dasarian ketiga April 2026 dan dasarian pertama Mei 2026. Sementara sifat hujan di musim kemarau 2026 diprediksi Bawah Normal dan Normal. Sementara itu, puncak musim kemarau 2026 diprediksi pada bulan Agustus 2026. Reni juga memperkirakan durasi musim kemarau 2026 di DIY bervariasi antara 16-18.

“Jumlah curah hujan musim kemarau 2026 diprediksi antara 250 hingga 400 mm. Akhir musim kemarau 2026 di DIY diprediksi pada dasarian kedua Oktober dan dasarian pertama November 2026,” kata Reni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....