Menilik Kekokohan Ohana Training Center dengan Bantuan BlueScope

  • 30 Mar 2026 20:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Organisasi Harapan Nusantara (Ohana) yang merupakan organisasi advokasi penyandang disabilitas membuka kantor dan sekaligus gudang serta workshop yang diberi nama Ohana Training Center. Markas baru Ohana yang terletak di Kalidadap, Kalurahan Harjobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman ini berdiri di atas lahan seluas 820 meter persegi.

Gudang dan sekaligus kantor itu dirancang pusat pelatihan spesialis kursi roda adaptif serta pemberdayaan perempuan disabilitas pertama dengan standar aksesibilitas global. Fasilitas yang diresmikan, Senin, 30 Maret 2026 itu juga menggunakan material berkelas dunia.

Sebagian besar material yang menjadi fondasi konstruksi Ohana Training Center didukung oleh BlueScope Indonesia, perusahaan penyedia solusi material baja lapis inovatif, yang menyediakan material atap dan dinding berkualitas tinggi guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan daya tahan bangunan.

Donny Eko Prabowo selaku Government & External Affairs Manager PT NS BlueScope Indonesia menyontohkan, atap dan rangka baja yang digunakan menggunakan material Colorbond dari BlueScope yang punya refleksi panas yang baik.

“Ini penting supaya pas kita lagi serius, kalau saya tahu misalnya ada pelatihan atau konsultasi hukum inklusif gitu kan, jadi kepala kita tetap dingin walaupun diskusinya panas,” ujarnya ketika memberi sambutan pada acara peresmian Ohana Center, Senin siang.

Walaupun dipaparkan dengan sedikit bercanda, Donny Eko Prabowo menuturkan, BlueScope tak main-main membantu pembangunan Ohana Center, meski dibalut program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Materialnya tahan korosi, cuaca ekstrem, artinya gedung ini siap menemani perjuangan kita untuk waktu yang sangat lama. Mungkin bahkan lebih lama dari masa aktif cicilan saya,” kata Donny disambut gelak tawa hadirin.

Memiliki pengalaman di bidang material konstruksi selama 1 abad, BlueScope yang memiliki pabrik di Cilegon, Banten, baru kali ini membantu organisasi pemerhati difabel seperti Ohana. Donny berkisah, sebelumnya, CSR banyak disalurkan ke bidang pendidikan.

“Kami memang punya perhatian di antaranya di bidang pendidikan, kesehatan dan juga sosial. Nah, Ohana ini dapat mencakupi semua bidang yang akan kami bantu lewat CSR kami. Kalau di Cilegon, biasanya kami membantu pendirian gedung sekolah,” kata dia.

Dua teknisi Ohana Training Center tengah memperbaiki kursi roda, Senin, 30 Maret 2026, di markas baru Ohana yang berdiri di Desa Harjobinangun, Sleman. (Foto: RRI/Rosihan Anwar)

Dukungan banyak pihak

Sementara itu, Risnawati Utami sebagai pendiri dan sekaligus Direktur Eksekutif OHANA Indonesia menyatakan gedung ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan bagi penyandang disabilitas di Sleman.

“Kami berterima kasih atas dukungan para mitra, termasuk BlueScope Indonesia, dalam mewujudkan infrastruktur yang sepenuhnya aksesibel. Dengan fasilitas ini, kami siap memberikan layanan kursi roda adaptif dan pelatihan spesialis dengan standar internasional,” ucap Risnawati.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi peran penting Ohana. Danang yang baru mengenal Ohana di tahun 2019 silam, merasa terbantu dengan kehadiran organisasi yang memberi perhatian dan advokasi terhadap penyandang disabilitas, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan kursi roda.

“Dulu ketika saya menjadi wakil bupati periode pertama, saya baru tahu ada Ohana yang peduli terhadap penyandang disabilitas kursi roda. Saya sangat berterima kasih, sangat berterima kasih sekali dengan adanya Ohana,” ucap Danang.

Sejak tahun 2012, Ohana menjadi garda terdepan dalam advokasi hak penyandang disabilitas. Hadirnya Ohana Training Center bertujuan untuk mengatasi tantangan keterbatasan akses layanan dan stigma sosial, khususnya bagi penyandang cerebral palsy (CP).

Markas baru Ohana itu diproyeksikan menjadi pusat transfer pengetahuan, layanan fungsional kursi roda, hingga konsultasi hukum inklusif. Menariknya, gedung baru Ohana dirancang oleh mantan Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Ir Henry Feryadi, MSc.

Kunci utama markas baru ini adalah aksesibilitas yang tinggi sehingga difabel yang menggunakan kursi roda dapat leluasa bergerak di Ohana Training Center. Henry pun mengaku sangat terbantu dengan kebutuhan material yang disediakan BlueScope.

“Dari struktur atap dan dinding yang presisi ini memungkinkan pembangunan yang lebih cepat dan efisien, menciptakan ruang terbuka yang memudahkan pergerakan kursi roda, menjaga keselarasan estetika,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....