Sekolah Plus Orang Tua Berperan Motivasi Siswa usai Libur Panjang
- 29 Mar 2026 15:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kembalinya aktivitas sekolah usai libur panjang lebaran kerap diiringi dengan penurunan motivasi belajar siswa atau yang dikenal sebagai post holiday blues. Kondisi ini membuat sekolah maupun orang tua, perlu menerapkan strategi khusus agar anak kembali siap belajar.
Salah satu tenaga didik di sekolah dasar negeri di Kota Yogyakarta, Tia menyebut pihak sekolah sengaja tidak langsung membebani siswa dengan kegiatan akademik di hari-hari awal masuk. Pendekatan ini dilakukan agar siswa dapat beradaptasi secara bertahap setelah liburan.
“Anak-anak tidak langsung mengerjakan tugas atau pelajaran, jadi kita bisa main-main dulu supaya lebih fresh dan tidak kaget,” kata Tia, Minggu, 29 Maret 2026.
Tia menjelaskan, sekolah juga menerapkan kebijakan pulang lebih awal pada hari-hari pertama masuk. Selain itu, kegiatan seperti upacara, pengumuman, hingga kerja bakti menjadi agenda pembuka sebelum pembelajaran dimulai kembali. Menurut Tia, guru juga memberikan ruang bagi siswa untuk menentukan kesepakatan kelas. Hal ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak.
Sementara itu, peran orang tua juga dinilai penting dalam membantu anak kembali ke rutinitas sekolah. Salah satu orang tua yang juga merupakan warga Sleman, Jaya, mengaku mulai menyiapkan anaknya sejak beberapa hari sebelum masuk sekolah.
Biasanya dia akan me-reset kebiasaan anak 2–3 hari sebelum masuk sekolah, mulai dari mengatur jam tidur agar kembali teratur. Di sisi lain, Jaya turut menekankan pentingnya pendekatan yang tidak memaksa anak. Orang tua dianjurkan membangun motivasi secara perlahan dengan komunikasi yang positif.
“Kita tidak memaksa, tapi mengajak dengan kata-kata yang memotivasi, misalnya bertanya dia tidak sabar ketemu siapa di sekolah,” ujarnya.
Dengan kombinasi strategi dari sekolah dan orang tua, diharapkan siswa dapat kembali beradaptasi dengan rutinitas belajar. Pendekatan yang bertahap dan penuh empati dinilai menjadi kunci agar anak kembali bersemangat menjalani aktivitas sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....