Momen Lebaran Idulfitri di Jepang
- 27 Mar 2026 14:48 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Suasana Idulfitri bagi para perantau muslim di luar negeri selalu menyajikan cerita yang penuh emosional dan kerinduan. Di Kyoto, Jepang, kemeriahan lebaran tahun ini terasa begitu spesial karena bertepatan dengan musim mekarnya bunga Sakura (Cherry Blossom).
Syaifiyatul Hasanah, atau yang akrab disapa Sefy, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Kyoto, membagikan pengalamannya merayakan hari kemenangan di Negeri Sakura setelah menjalani ibadah puasa selama 30 hari penuh. Bagi Sefy dan komunitas muslim lainnya, Idulfitri adalah momen yang paling dinantikan untuk mempererat tali silaturahmi di tengah status Islam sebagai agama minoritas di sana.
Mengingat terbatasnya kapasitas masjid lokal seperti Kyoto Muslim Association (KMA) dan Kyoto Muslim Center (KCM), pelaksanaan salat Id berjamaah biasanya dialihkan ke gedung yang lebih besar, yakni Gedung Miyakomesse. Gedung ini mampu menampung ribuan jemaah dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Suriah, Mesir, Maroko, hingga komunitas muslim dari Eropa.
"Pelaksanaan salat Id di sini dilakukan dalam dua kloter untuk mengakomodasi banyaknya jemaah. Ada suasana unik di mana khotbah disampaikan dengan tambahan pengantar bahasa Jepang oleh imam," ujarnya
Setelah melaksanakan salat Id, para jemaah biasanya berkumpul di area luar gedung untuk berfoto di bawah pohon sakura yang sedang bermekaran di sepanjang kanal dekat Miyakomesse. Namun, kemeriahan yang paling dinanti adalah tradisi open house dan makan bersama.
Meskipun jauh dari tanah air, menu khas lebaran Indonesia tetap menjadi primadona. Di rumah-rumah mahasiswa, tersaji hidangan otentik seperti:
Opor Ayam dan Sayur Lodeh.
Sate, Bakwan, dan Aneka Sambal.
Jajanan Tradisional: Kue Bolu, Kue Lupis, hingga Klepon.
Sefy menjelaskan bahwa makanan-makanan ini jarang dikonsumsi sehari-hari di Jepang dan biasanya hanya muncul pada momen spesial seperti Ramadan atau Idulfitri.
Merayakan lebaran di Jepang memiliki tantangan tersendiri karena Idulfitri tidak selalu jatuh pada hari libur nasional. "Jika lebaran jatuh di hari aktif, biasanya setelah salat dan makan bersama, kami harus kembali ke rutinitas, entah itu bekerja atau kembali ke laboratorium di kampus," ungkapnya
Bagi warga Indonesia yang berencana berwisata ke Jepang saat lebaran, Sefy berpesan agar tidak perlu khawatir. Saat ini, fasilitas ibadah dan komunitas muslim sudah semakin berkembang, terutama di wilayah Kansai seperti Kyoto dan Osaka (Masjid Istiqlal Osaka). Wisatawan disarankan untuk berkoordinasi dengan pihak masjid setempat untuk mengetahui jadwal pasti pelaksanaan salat Id.
Perayaan Idulfitri di Kyoto membuktikan bahwa jarak dan perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk tetap menjalankan ibadah dan menjaga tradisi kekeluargaan khas nusantara.
(Kontributor Muslimat NU DIY: Syaifiyatul Hasanah, S.Si., M. Biomed, Mahasiswa S3 di Kyoto University – Jepang, PCI Jepang)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....