Legitnya Penjualan Bakpia, Melesat Kala Libur Lebaran di Yogyakarta

  • 26 Mar 2026 18:45 WIB
  •  Yogyakarta
Poin Utama
  • bakpia

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sejumlah kawasan wisata di Yogyakarta ramai dikunjungi wisatawan pada momentum libur Lebaran 2026. Tak hanya destinasi wisata, pusat oleh-oleh juga diserbu pelancong.

Seperti di Kawasan Pathok, Ngampilan, yang dikenal sebagai sentra produksi dan penjualan oleh-oleh bakpia. Kawasan itu menjadi salah satu titik favorit wisatawan untuk berburu buah tangan. Salah satunya yakni Bakpia Pathok 25, produsen bakpia yang telah melegenda.

Pada libur Lebaran ini, penjualan Bakpia Pathok 25 mengalami peningkatan cukup signifikan. Tingkat produksi pun turut ditingkatkan untuk memenuhi tingginya permintaan wisatawan.

Pengawas Bakpia Pathok 25, Ahmad Sudrajat, mengatakan peningkatan penjualan mencapai sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Lebaran tahun lalu.

"Peningkatan ini mungkin dipengaruhi oleh momen hari besar yang berdekatan, mulai dari Natal dan Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran. Jadi, tidak sebesar Lebaran tahun lalu," ujar Ahmad saat ditemui di Pusat Oleh-oleh Pathok Jaya, Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menambahkan, jika tahun lalu lonjakan penjualan sudah terlihat sejak H-7 Lebaran, tahun ini peningkatan baru terasa mendekati hari raya. "Tahun ini peningkatan mulai terlihat sekitar H-2 Lebaran, dan lonjakan signifikan terjadi pada H+2 Lebaran. Jadi memang ada peningkatan, tetapi tidak sebesar tahun lalu," katanya.

Menurut Ahmad, lonjakan pembelian juga terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran atau pada Selasa dan Rabu, 24 dan 25 Maret 2026, dengan arus pembeli yang terus berdatangan sejak pagi hingga malam hari.

"Dari pagi sampai malam itu pembeli ada terus. Lungo teko, lungo teko seperti itu. Mungkin nanti meningkat lagi di hari Jumat karena beberapa anak sekolah masuk mulai Senin," ujar Ahmad.

Perlu perlindungan merek

Sementara itu, salah satu pembeli asal Cibubur, Fitri, mengaku sengaja mampir membeli bakpia pathok, yang terkenal sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Ia memilih membeli bakpia pathok karena rasanya lezat.

"Habis dari rumah nenek di Banyumas, terus mampir ke Jogja. Anak-anak memang ingin ke Yogyakarta. Sekalian beli bakpia pathok karena masih hangat, rasanya lebih enak juga," ujar Fitri.

Begitu juga dengan Teti asal Bekasi yang baru saja mudik ke Solo. Sebelum kembali ke perantauan, ia dan keluarganya menyempatkan untuk berlibur ke Yogyakarta dan memilih membeli oleh-oleh bakpia pathok untuk dibagikan kepada kerabat dan rekan kerja.

Di lain pihak, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY menilai terdapat tantangan yang kerap diabaikan oleh pelaku UMKM, yakni aspek legalitas usaha, khususnya perlindungan merek. Banyak pelaku usaha yang fokus pada produksi dan pemasaran, tetapi belum menyadari pentingnya melindungi identitas usahanya secara hukum.

Kepala Kanwil Kemenkum DIY Agung Rektono Seto menyatakan, fenomena meningkatnya jumlah UMKM pasca Lebaran harus diiringi dengan kesadaran hukum yang memadai. “Momentum ini harus diiringi kesadaran hukum, khususnya dalam perlindungan merek agar usaha memiliki kepastian hukum,” ujarnya, Kamis, 26 Maret siang.

Menurutnya, pendaftaran merek menjadi langkah penting untuk melindungi produk dari potensi peniruan atau sengketa di kemudian hari. Dengan memiliki merek terdaftar, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan perlindungan hukum, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen terhadap produknya.

Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa dalam era digital saat ini, persaingan usaha semakin terbuka dan tidak terbatas wilayah. Produk yang dipasarkan secara online memiliki potensi untuk dikenal secara luas, namun juga rentan terhadap pelanggaran hak kekayaan intelektual.

“Kanwil Kemenkum DIY terus mendorong pelaku UMKM untuk aktif mendaftarkan merek melalui berbagai program sosialisasi, pendampingan, hingga layanan konsultasi yang mudah diakses. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....