Menyambut Idulfitri dengan Mencintai Lingkungan
- 18 Mar 2026 09:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Hari Raya Idulfitri sudah di depan mata. Umat muslim hendaknya menyambutnya dengan mencintai lingkungan. Maksudnya adalah umat muslim tetap menjaga lingkungan yang sehat untuk masa depan. Seperti disampaikan Ustadzah Dr. Hj. Habibah Musthafa, M.Si dari Pimpinan Muslimat Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Pro 1.
Hari raya Idulfitri selalu menjadi momen yang istimewa dalam kehidupan masyarakat. Pada saat inilah keluarga berkumpul untuk saling memaafkan. Hari raya bukan sekedar tradisi keagamaan tapi juga merupakan ruang sosial yang mempengaruhi solidaritas dan kebersamaan. Biasanya menjelang hari raya Idulfitri di masyarakat kita selalu dilakukan gotong-royong untuk membersihkan lingkungan dan tempat ibadah.
Namun, dalam perayaan hari kemenangan ini ada hal yang luput dari perhatian. Ketika berkunjung ke tempat sanak saudara pasti dihidangkan makanan. Tak jarang digunakan plastik sekali pakai agar praktis. Tumpukan sampah terjadi di berbagai tempat.
Sebagai umat muslim hendaknya memperhatikan nilai dasar yang diajarkan dalam agama Islam terkait pentingnya menjaga keseimbangan dalam kehidupan. Di dalam Alquran surat Al-A'raf ayat 31 disampaikan : makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.
Di dalam ayat ini tidak hanya berbicara tentang makanan tetapi juga etika dalam menggunakan peralatan. Selain jumlah makanan yang tidak berlebihan, peralatan yang digunakan hendaknya ramah lingkungan.
Sejak kecil kita sudah selalu diajarkan berbagai kebiasaan baik membuang sampah pada tempatnya. Kerja bakti bersih-bersih lingkungan, menanam pohon saat kegiatan sekolah. Di dalam keluarga diajarkan untuk tidak merusak lingkungan. Muncul pertanyaan jika sejak kecil sudah diajarkan kebersihan lingkungan namun mengapa saat ini lingkungan sekitar kita tergolong kotor. Bahkan jogja sudah menjadi kota darurat sampah.
Sehingga baik secara individu, keluarga, maupun masyarakat serta pemerintah fokus kepada persoalan sampah tersebut. Dari sekian jumlah sampah, banyak jenis sampah yang sulit terurai, termasuk plastik sekali pakai dalam perayaan Idulfitri nantinya.
Persoalan sampah ini bisa terjadi karena beberapa hal. Pertama, banyak orang berpikir jika wadah sekali pakai lebih praktis digunakan, ini bisa menjadi penumpukan sampah. Kedua budaya konsumsi yang semakin meningkat. Makanan cepat saji seringkali dikemas dengan plastik atau sterofoam yang tidak ramah lingkungan. Akibatnya volume sampah meningkat jauh lebih cepat dibanding dengan kemampuan kita mengelolanya.
Ketiga, rasa kepemilikan terhadap lingkungan yang masih lemah. Tidak merasa memiliki dan peduli terhadap ruang publik seperti jalan, sungai, taman dan lain sebagainya. Disini bisa dilihat bahwa persoalan lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi persoalan budaya dan kesadaran kolektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....