Tren Investasi Emas Meningkat
- 18 Mar 2026 00:14 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Investasi emas, saat ini menjadi trend di masyarakat. Sehingga, kebutuhan logam mulia terpantau mengalami lonjakan dalam dua tahun terakhir.
Asosiasi Produsen Emas Dunia menyebut, kenaikannya dari 4900 ton menjadi 5 ribu ton. Melihat tren itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai salah satu BUMN, ikut membidik peluang pasar.
Regional CEO BSI Region VII Semarang, Ficko Hardowiseto ingin mengoptimalkan target bisnis yang menguntungkan. Saat ini, pihaknya memiliki 700 ribu nasabah tabungan emas.
”Jumlah nasabah tabungan emas naik terus, dan pada tahun ini kita targetkan jumlahnya bisa tembus 2 juta nasabah,” ucapnya, Selasa, 17 Maret 2026. ”Karena harga emas naik terus.”
Saat ini, Ficko melihat peluang pasar Yogyakarta sangat bagus, untuk mengenalkan produk investasi emas kepada masyaraka. Caranya, melalui edukasi secara massif.
”Untuk area Yogyakarta kita punya 26 cabang BSI, dan asetnya paling tinggi di region VII Semarang,” katanya. ”Makanya potensi besar ini harus sejalan dengan pertumbuhan pasar, sehingga kita tingkatkan upaya literasi ke masyarakat.”
Ficko Hardowiseto juga memastikan, sejak tanggal 26 Februari 2026 pemerintah menunjuk BSI, sebagai bank emas pertama di Indonesia bersama PT Pegadaian. Langkah ini, salah satunya untuk menguatkan ekosistem emas nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....